Anggota DPRD Fraksi Golkar Bondowoso Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan terhadap HIV/AIDS dan Perkuat Pengawasan Keluarga

Anggota DPRD fraksi Golkar Bondowoso Sandi Aulia Mochtar ketua kecatatan perempuan partai golkar

Bondowoso, ulas.co.id – Meningkatnya temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian berbagai pihak. Anggota Fraksi Golkar DPRD Bondowoso, Sandi Aulia Mochtar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat edukasi kesehatan, serta mempererat pengawasan keluarga guna mencegah penyebaran HIV/AIDS di tengah masyarakat. Sabtu (13/6/2026).

Ajakan tersebut disampaikan menyusul data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso yang mencatat puluhan kasus baru HIV/AIDS selama semester pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Dinkes, sebagian besar kasus ditemukan melalui pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/puluhan-mahasiswa-tagih-janji-politik-bupati-pemkab-bondowoso-pastikan-pembebasan-pbb-tetap-direalisasikan/

Menurut Sandi, temuan kasus tersebut harus menjadi perhatian bersama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Ia menilai diperlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga keluarga untuk memperkuat upaya pencegahan.

“Kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan perlu terus ditingkatkan. Selain itu, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan moral, pengawasan, dan pendampingan kepada anak-anak agar terhindar dari perilaku berisiko,” ujarnya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-pembebasan-pbb-untuk-masyarakat-miskin-tetap-direalisasikan-namun-harus-tepat-sasaran/

Ia juga mendorong masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala atau merasa memiliki risiko tertular HIV. Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Sandi menegaskan bahwa kerahasiaan identitas pasien HIV/AIDS harus tetap dijaga oleh seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia berharap masyarakat tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV), karena hal tersebut justru dapat menghambat upaya penanganan dan pengobatan.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan program edukasi, pencegahan, serta pendampingan bagi kelompok rentan.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/dinsos-p3akb-bondowoso-salurkan-blt-dbhcht-untuk-719-buruh-pabrik-rokok-penerima-dapat-rp600-ribu-sekaligus/

“Penanganan HIV/AIDS membutuhkan kerja sama semua pihak. Edukasi yang masif, penguatan ketahanan keluarga, serta akses layanan kesehatan yang mudah menjadi kunci untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Bondowoso,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Bondowoso terus melakukan berbagai langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat, skrining kesehatan, serta pendampingan bagi penderita HIV/AIDS guna menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-tekankan-pentingnya-pencegahan-dan-penanganan-terpadu-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak/

Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah berharap penyebaran HIV/AIDS dapat ditekan sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat Bondowoso.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *