Taat Bayar Pajak Kendaraan, Pemkab Bondowoso Siapkan Reward untuk Wajib Pajak

BONDOWOSO, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemberian reward bagi wajib pajak yang taat dan patuh membayar kewajibannya.

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Bondowoso, Haeriah Yuliati, mengatakan bahwa sejak diberlakukannya kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor pada 2025, daerah memiliki kepentingan yang lebih besar terhadap optimalisasi penerimaan pajak.

“PKB saat ini sudah menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Sejak tahun 2025 dengan adanya opsen PKB, sebagian penerimaan pajak kendaraan bermotor masuk langsung ke daerah sehingga menjadi sumber PAD yang sangat penting,” ujar Haeriah, Selasa (21/7/2026). di pendopo Bupati.

BACA JUGA: ketua-dprd-bondowoso-pansus-kode-etik-segera-dibentuk-atur-standar-perilaku-dan-tata-beracara-anggota-dewan

Menurutnya, pemerintah daerah berupaya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang disiplin membayar pajak melalui program penghargaan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat lain agar semakin patuh memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Kami berupaya memberikan reward kepada mereka yang taat dan patuh membayar pajak. Harapannya, ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin tertib membayar pajak kendaraan bermotor,” katanya.

Haeriah menegaskan, meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD Kabupaten Bondowoso. Dengan skema pembagian penerimaan melalui opsen PKB yang lebih besar kepada pemerintah daerah, potensi pendapatan daerah juga akan semakin meningkat.

“Kalau masyarakat semakin taat membayar pajak, tentu akan berdampak positif terhadap PAD kita. Dengan mekanisme opsen, porsi penerimaan daerah menjadi lebih besar dibanding sebelumnya,” jelasnya.

BACA JUGA: dprd-bondowoso-sahkan-raperda-pertanggungjawaban-apbd-2025-bupati-wujud-komitmen-transparansi-dan-akuntabilitas-keuangan-daerah

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pelayanan untuk membayar pajak kendaraan. Berbagai kanal pembayaran digital telah tersedia sehingga proses pembayaran menjadi lebih mudah dan praktis.

“Masyarakat bisa membayar melalui berbagai channel pembayaran yang telah bekerja sama, seperti Alfamart, Indomaret, Shopee, dan penyedia layanan pembayaran lainnya. Masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan tersebut, misalnya untuk membayar tagihan listrik maupun kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Dengan kemudahan layanan tersebut, Haeriah menilai tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk menunda pembayaran pajak kendaraan hanya karena terkendala jarak atau domisili yang jauh dari pusat pelayanan.

“Jadi, sekarang masyarakat memiliki banyak pilihan untuk membayar pajak tanpa harus datang ke kantor. Kami berharap kemudahan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak demi mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA: usai-evaluasi-dprd-pelaksanaan-osn-sd-bondowoso-kini-lebih-nyaman-taufan-peserta-bisa-lebih-fokus

Sementara itu, Kepala UPT PPD Bondowoso, Bambang Heru Suwanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan pertama pada tahun ini. Undian diperuntukkan bagi wajib pajak yang membayar pajak tepat waktu dan tidak memiliki tunggakan.

“Tujuan utamanya adalah memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang taat dan patuh. Selain itu, kami ingin mengingatkan bahwa pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendanaan pembangunan yang manfaatnya kembali dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Heru, pajak kendaraan bermotor memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu perlu terus ditingkatkan.

BACA JUGA: bupati-bondowoso-dorong-pertanian-organik-dan-teknologi-modern-untuk-perkuat-ketahanan-pangan-nasional

direktur-diseminasi-brin-dorong-ekosistem-inovasi-berbasis-masyarakat-untuk-perkuat-pertanian-masa-depan

bondowoso-perkuat-komitmen-pertanian-organik-mulyadi-luasan-lahan-bertambah-40-hektare-pada-2026

Ia mengungkapkan, hingga saat ini tunggakan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Bondowoso masih mencapai lebih dari Rp14 miliar. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diselesaikan melalui berbagai upaya, salah satunya dengan memberikan insentif berupa undian berhadiah bagi wajib pajak yang disiplin.

“Harapan kami ke depan semakin banyak masyarakat Bondowoso yang membayar pajak kendaraannya tepat waktu, sehingga tunggakan dapat terus ditekan dan penerimaan daerah meningkat,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *