Bondowoso Digital Days 2026 Berakhir, Kepala Bapenda: Perkuat Digitalisasi Daerah, UMKM Tumbuh dan PAD Meningkat

Bondowoso, ulas.co.id – Rangkaian Bondowoso Digital Days 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 14 hari, sejak 14 hingga 27 Juli 2026, di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Mengusung tema “Akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk Optimalisasi PAD dan Ekonomi Digital Daerah” dengan tagline “Gebyar Ekonomi Digital dan Optimalisasi PAD”, kegiatan ini dinilai berhasil mendorong transformasi digital sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan BDD 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, komunitas, perguruan tinggi, media, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi daerah.

“Bondowoso Digital Days bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi merupakan media edukasi, percepatan digitalisasi daerah, penguatan UMKM, sekaligus upaya mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui transaksi digital,” ujar Slamet Yantoko, Senin (27/7/2026).

BACA JUGA: koordinator-umkm-bondowoso-digital-days-2026-santi-agustina-sampaikan-permohonan-maaf-kepada-masyarakat

kepala-bapenda-bondowoso-minta-maaf-atas-polemik-dj-di-bondowoso-digital-day-2026-akui-lalai-dalam-pengawasan

Selama penyelenggaraan, berbagai program digitalisasi berhasil mencatat capaian yang positif. Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui QRIS mencapai 1.328 transaksi dengan nilai Rp75.277.206. Sementara penggunaan QRIS di kalangan pelaku UMKM tercatat sebanyak 4.124 transaksi dengan nilai transaksi Rp102.753.599.

Menurut Slamet, peningkatan penggunaan transaksi non-tunai tersebut menjadi indikator semakin kuatnya implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sekaligus mendukung transparansi dan efisiensi transaksi keuangan di daerah.

BACA JUGA: festival-literasi-2026-resmi-digelar-dpk-bondowoso-perkuat-budaya-baca-dan-kolaborasi-literasi

festival-literasi-2026-resmi-dibuka-bupati-abdul-hamid-wahid-budaya-membaca-kunci-sdm-unggul-bondowoso-berkah

bunda-literasi-bondowoso-karakter-adalah-bekal-utama-anak-menghadapi-masa-depan

Dari sisi ekonomi, BDD 2026 melibatkan 120 pelaku UMKM yang mencatatkan total omzet sebesar Rp783.161.700 atau rata-rata Rp60.243.208 per hari. Capaian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal sekaligus memperluas promosi produk unggulan Kabupaten Bondowoso.

“Kami berharap digitalisasi yang dibangun melalui BDD mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital dan meningkatkan daya saing UMKM Bondowoso,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada ekonomi digital, BDD 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial. Donor darah berhasil menghimpun 25 kantong darah dari 27 pendonor, terdiri atas golongan darah A sebanyak 7 kantong, B sebanyak 10 kantong, O sebanyak 6 kantong, dan AB sebanyak 2 kantong. Selain itu, kegiatan khitan massal diikuti 50 anak, sedangkan Gerakan Pangan Murah berhasil menyalurkan 5 ton beras dan 1.680 liter minyak goreng kepada masyarakat.

BACA JUGA: perwakilan-warga-ramban-kulon-temui-bupati-desak-penyelesaian-dana-desa-dan-usulkan-pemberhentian-sementara-kepala-desa

Berbagai kegiatan edukasi juga digelar melalui Youth Digital Talk, edukasi QRIS, lomba karya tulis, hingga lomba video konten. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, literasi keuangan, serta mendorong kreativitas generasi muda dalam menghadapi era ekonomi digital.
BDD 2026 juga menjadi momentum pelaksanaan sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Bondowoso, antara lain peluncuran e-SPPT PBB-P2, pencanangan pembebasan PBB-P2 bagi masyarakat miskin ekstrem yang masuk Data Desil 1, pembebasan denda PBB-P2 hingga Tahun Pajak 2025 yang berlaku sampai 31 Agustus 2026, serta deklarasi dukungan transformasi digital daerah.

Slamet menjelaskan bahwa seluruh penyelenggaraan Bondowoso Digital Days 2026 menggunakan skema pembiayaan kolaboratif non-APBD, dengan dukungan sponsor, perbankan, mitra strategis, dan pelaku UMKM.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai masukan dari masyarakat selama pelaksanaan kegiatan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan penyelenggaraan BDD pada tahun mendatang.

“Ke depan kami berkomitmen memperkuat koordinasi, melakukan evaluasi secara menyeluruh, serta memastikan Bondowoso Digital Days terus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan edukasi, dengan tetap memperhatikan nilai budaya, norma, serta karakter masyarakat Bondowoso,” tegasnya.

BACA JUGA: dewan-pendidikan-dorong-percepatan-penataan-tata-kelola-pendidikan-dr-suheri-mutu-pendidikan-ditentukan-kepemimpinan-sekolah

Dengan berakhirnya penyelenggaraan BDD 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap agenda tersebut dapat terus menjadi program strategis daerah dalam mempercepat transformasi digital, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan literasi digital, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah, serta mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan Bondowoso yang semakin maju dan berdaya saing.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *