Ketua Askab PSSI Bondowoso Harap BUMD Dukung Pembinaan Sepak Bola, Apresiasi Komitmen Pemkab dan Seluruh Mitra

Bondowoso, ulas.co.id – Ketua Askab PSSI Kabupaten Bondowoso, Subangkit Adi Putra, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia muda di Bondowoso. Hal tersebut disampaikannya pada Senin (3/8/2026).
Subangkit mengungkapkan, meski hingga saat ini belum memperoleh dukungan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pembinaan sepak bola di Bondowoso tetap dapat berjalan berkat kemudahan yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) telah membantu melalui kemudahan perizinan serta penggunaan fasilitas yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan sepak bola.
BACA JUGA: https://ulas.co.id/malam-final-ppp-cup-2026-siap-digelar-ajang-lahirkan-bibit-atlet-dan-kreativitas-pemuda-bondowoso-perlu-perhatian-serius-dari-pemerintah/
Selain itu, Dinas Pendidikan juga dinilai memberikan kemudahan bagi para pelajar yang menjadi peserta kompetisi, terutama terkait dispensasi dan perizinan sehingga tidak mengganggu proses pendidikan mereka.
“Dukungan dari pemerintah daerah sangat kami rasakan. Disparbudpora membantu dari sisi perizinan dan fasilitas, Dinas Pendidikan mempermudah dispensasi bagi para pelajar yang mengikuti kegiatan sepak bola,” ujar Subangkit.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, jajaran puskesmas, serta RSUD yang telah memberikan dukungan berupa layanan kesehatan, ambulans, hingga tenaga medis dalam berbagai kegiatan olahraga.
Tak lupa, apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Polres Bondowoso yang selama ini turut membantu pengamanan berbagai agenda sepak bola sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
Harapkan BUMD Ikut Berperan
Di balik apresiasi tersebut, Subangkit berharap ke depan BUMD maupun BUMN yang berada di Bondowoso dapat turut berkontribusi terhadap pembinaan sepak bola daerah.
Ia menilai, pada masa lalu dukungan perusahaan-perusahaan daerah maupun perbankan seperti Bank Jatim dan BNI pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan sepak bola Bondowoso.
“Harapan kami ke depan ada dukungan dari BUMD maupun BUMN. Pemerintah daerah bisa menjadi jembatan agar perusahaan-perusahaan tersebut ikut memiliki tanggung jawab sosial terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan BUMD akan membantu meringankan beban pembinaan yang selama ini masih banyak mengandalkan swadaya dan dukungan berbagai pihak.
Liga TopSkor Nasional Masih Swadaya
Subangkit mengungkapkan, hingga saat ini Askab PSSI Bondowoso belum pernah menerima dukungan dari BUMD untuk mengikuti ajang Liga TopSkor Nasional.
Keberangkatan tim ke Bogor beberapa waktu lalu sebagian besar diperoleh melalui swadaya, dukungan Askab PSSI Bondowoso, serta bantuan dari Dina Lorenza.
Pada kompetisi yang diikuti 32 tim terbaik dari seluruh Indonesia tersebut, Bondowoso belum berhasil mencapai target menembus empat besar.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bondowoso karena belum mampu memenuhi target. Namun anak-anak sudah berjuang maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi adalah proses adaptasi terhadap lapangan sintetis. Dari tiga pertandingan yang dijalani, dua di antaranya dimainkan di lapangan sintetis, sedangkan para pemain selama ini lebih banyak berlatih di lapangan tanah.
“Ke depan, jika kembali lolos ke Liga TopSkor Nasional, kami berharap para pemain bisa lebih banyak berlatih di lapangan sintetis agar proses adaptasi lebih baik dan mampu bersaing dengan tim-tim dari daerah lain,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi


