10 Siswi SD di Bondowoso Diduga Jadi Korban Pelecehan di Kolam Renang Navara, Polisi Turun Tangan

BONDOWOSO, ulas.co.id – Dugaan pelecehan terhadap sejumlah siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bondowoso mencuat. Peristiwa yang diduga melibatkan oknum petugas Kolam Renang Navara, Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darussholah, tersebut kini tengah ditangani Polres Bondowoso.

Informasi awal menyebutkan, sedikitnya 10 anak diduga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Namun, jumlah korban maupun kronologi lengkap kejadian masih menunggu pendalaman dan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

BACA JUGA: Jembatan Sentong Resmi Dibuka Ironi Upah Pekerja dan Tagihan Konsumsi Proyek Diduga Belum Dibayar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD di wilayah perkotaan Bondowoso membenarkan adanya dugaan tindakan tidak senonoh yang dialami sejumlah siswinya saat berkunjung ke kolam renang tersebut.

Ia menjelaskan, kunjungan itu merupakan kegiatan rombongan sekolah yang turut didampingi guru dan orang tua siswa. Dengan demikian, para siswi tidak datang secara mandiri, melainkan dalam kegiatan bersama pihak sekolah.

Saat dikonfirmasi beberapa media melalui sambungan telepon, Plt Kepala Sekolah tersebut menyatakan bahwa persoalan itu telah dilaporkan dan kini masuk dalam penanganan kepolisian.

“Dan sekarang ini masih ditangani di Polres,” ujarnya.

BACA JUGA: Rsud dr Koesnadi Bondowoso Rencanakan Pembangunan Gedung Icu Terpadu Pembiayaan Masih Dikaji Melalui Pinjaman Bank

Keterangan tersebut diperkuat Kasi Humas Polres Bondowoso, Ipda Bobby Dwi Siswanto. Ia membenarkan bahwa Satreskrim Polres Bondowoso telah menerima aduan dan laporan terkait dugaan pelecehan terhadap sejumlah anak tersebut.

“Ya, aduan dan laporan sudah kami terima, selanjutnya kami proses,” ungkap Bobby saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11/2026) malam.

Meski informasi awal menyebut jumlah anak yang diduga menjadi korban mencapai 10 orang, angka tersebut masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan kepolisian.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Kolam Renang Navara belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai penjelasan maupun tanggapan atas dugaan yang menyeret oknum petugasnya tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena dugaan peristiwa tersebut melibatkan anak-anak di bawah umur dalam kegiatan kunjungan sekolah. Penanganan yang cermat dan menyeluruh diperlukan untuk mengungkap fakta serta memastikan perlindungan terhadap anak-anak yang diduga menjadi korban.

Penulis: Redaksi

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *