RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Rencanakan Pembangunan Gedung ICU Terpadu, Pembiayaan Masih Dikaji Melalui Pinjaman Bank

BONDOWOSO, ulas.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesnadi Kabupaten Bondowoso berencana menambah fasilitas pelayanan kesehatan melalui pembangunan gedung ICU terpadu. Namun, rencana pembangunan tersebut hingga kini masih terkendala persoalan anggaran.

Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR mengatakan bahwa pihak rumah sakit bersama pemerintah daerah masih mengupayakan skema pembiayaan melalui pinjaman perbankan. Pasalnya, anggaran yang tersedia saat ini belum mencukupi untuk merealisasikan pembangunan gedung tersebut.

Hal itu disampaikannya pada Jumat (6/11/2026), usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Bondowoso.

BACA JUGA: Komisi I Dprd Bondowoso Dunda Pembahasan Rka 23 Kecamatan Ahmadi Soroti Dugaan Copy Paste

Menurut dr. Yus, rencana pembiayaan melalui pinjaman bank masih dalam tahap pembahasan dan penggodokan di BATA. Pihaknya berharap usulan tersebut dapat memperoleh persetujuan sehingga pembangunan gedung ICU terpadu bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Kami masih mencari pinjaman bank karena saat ini memang belum ada anggaran dari rumah sakit maupun pemerintah daerah. Mudah-mudahan usulan ini disetujui sehingga bisa menjadi langkah ke depan untuk menambah fasilitas pelayanan,” ungkapnya.

dr. Yus menjelaskan, penambahan gedung ICU terpadu menjadi salah satu kebutuhan penting mengingat kondisi pelayanan RSUD dr. Koesnadi saat ini cukup padat. Dengan adanya fasilitas baru, kapasitas pelayanan diharapkan meningkat sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara lebih optimal.

Ia menegaskan, rumah sakit harus terus berupaya memberikan pelayanan terbaik seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Selain membahas rencana pembangunan gedung, Yus juga menyampaikan perkembangan anggaran rumah sakit. Pada 2026, anggaran RSUD dr. Koesnadi tercatat sekitar Rp175 miliar.

BACA JUGA: Bupati Nondowoso Dorong Dondusivitas Kawasan Ijen Dpkp Beri Tenggat Pks Petani Hutan Hingga 30 November

Sementara pada 2027, anggaran tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp179 miliar atau naik sekitar empat persen.

Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Intinya kami harus memberikan pelayanan sebaik mungkin. Karena BLUD itu pada dasarnya berorientasi pada pelayanan, sehingga kepuasan dan kebutuhan masyarakat yang harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Dengan rencana pembangunan gedung ICU terpadu tersebut, RSUD dr. Koesnadi berharap kapasitas layanan kesehatan di Bondowoso dapat semakin berkembang, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas perawatan intensif yang lebih memadai.

Meski demikian, realisasi pembangunan masih menunggu kepastian skema pembiayaan dan persetujuan pinjaman bank yang sedang dibahas bersama pemerintah daerah.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *