PKDI Cabang Bondowoso Gelar Lomba Domino Bondowoso Open Cup: Dukung Visi Misi Bondowoso Berkah dan Program Kejaksaan

Ketua PKDI cabang bondowoso bersama Ketua DPRD dan kejari, Kasdim 0822 serta jajaran OPD dan forkopimda (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Dalam momentum bersejarah Peringati Hari Jadi Bondowoso ke-206 (Harjabo) dan Hari Ulang Tahun Kejaksaan RI ke-80, sebuah gelaran tak biasa berlangsung megah di jantung kota: Lomba Domino Bondowoso Open Cup yang digelar di Café Macau, Kota Kulon. Bukan sekadar pertandingan, kegiatan ini menjadi ruang hidup bagi semangat kebersamaan, budaya, hukum, dan visi besar daerah. Rabu malam (10/9/2025).
Dibuka secara langsung oleh Ketua DPRD Bondowoso dan dihadiri jajaran Forkopimda, ajang ini mencerminkan energi baru dalam pembangunan sosial berbasis partisipasi masyarakat.
H. Kusnadi SH, Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) cabang Bondowoso: Domino Jadi Simbol Persatuan Desa
Dalam pernyataannya, H. Kusnadi SH Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) cabang Bondowoso, menekankan bahwa acara ini adalah lebih dari sekadar hiburan.
“Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi menjadi simbol kekuatan solidaritas antar-Kades. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap Visi Misi besar Bapak Bupati menuju Bondowoso Berkah dan mendukung penuh program Kejaksaan Negeri Bondowoso,” ungkap Kusnadi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membuka ruang silaturahmi, membangun energi positif di antara para pemimpin desa, serta menghidupkan kembali tradisi permainan rakyat sebagai alat perekat sosial.
“Kebersamaan seperti inilah yang akan menjadi fondasi kokoh dalam mengawal pembangunan. Kami ingin desa-desa di Bondowoso tidak hanya maju, tapi juga guyub, berbudaya, dan berdaya,” jelasnya.
Sementara itu, Taufan Firdaus SH, Kepala Desa Grujugan Kidul Devisi Hukum PKDI Cabang Bondowoso. Yus sapaan akrabnya memberikan sudut pandang yang memperkaya makna acara ini dari sisi regulasi dan kesadaran hukum.
“Kegiatan ini bukan hanya sah secara aturan, tapi juga strategis secara sosial. Melalui pendekatan budaya seperti lomba domino, kita bisa menyampaikan pesan penting: bahwa hukum dan kebersamaan bisa berjalan beriringan,” tegas Yus.
Menurutnya, PKDI juga memiliki peran dalam menciptakan ruang publik yang sehat, bebas konflik, dan kaya edukasi. Ia melihat Bondowoso Open Cup sebagai model harmonisasi antara tradisi dan hukum.
“Kami Devisi Hukum PKDI Cabang Bondowoso terus mengawal setiap kegiatan agar berjalan sesuai koridor. Dan kami bangga bisa terlibat dalam acara yang mendidik, menyenangkan, dan penuh nilai,” tambahnya.
Dengan ratusan peserta dari berbagai kalangan mulai dari ASN, aparat penegak hukum, hingga komunitas domino lokal Bondowoso Open Cup mencatatkan diri sebagai event rakyat yang mengangkat martabat budaya lokal ke panggung strategis. Suasana pertandingan berlangsung sengit namun tetap penuh sportivitas, membuktikan bahwa permainan rakyat bisa menjadi alat pemersatu yang kuat.
Dukungan penuh juga datang dari seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bondowoso, dengan apresiasi khusus diberikan kepada Kades Rejoagung, yang juga menjabat sebagai Ketua PKDI cabang Bondowoso, atas inisiatif, arahan, dan fasilitasi untuk menyukseskan kegiatan ini.
Melihat antusiasme tinggi dan keberhasilan teknis acara ini, PKDI berharap Bondowoso Open Cup bisa menjadi agenda tahunan berskala lebih besar, profesional, dan mendunia.
“Jika kita konsisten, kami yakin ini bisa menjadi salah satu ikon wisata budaya dan olahraga Bondowoso ke depan,” tutup Kusnadi optimis.
Bondowoso Bangkit Lewat Tradisi, Hukum, dan Kebersamaan.
Lomba Domino Bondowoso Open Cup 2025 bukan sekadar turnamen, ini adalah gerakan. Gerakan menuju desa yang bersatu, masyarakat yang sadar hukum, dan Bondowoso yang Berkah. (Yus)







