Perhutani dan Pokmas Argopuro Luncurkan Ekspor Kopi dari Kawasan Hutan ke Arab Saudi

Bondowoso, Ulas.co.id – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso secara resmi meluncurkan ekspor perdana kopi dari kawasan hutan lereng Gunung Argopuro ke Jeddah, Arab Saudi. Acara seremonial pelepasan ekspor ini dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, bersama Kepala Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur, Wawan Triwibowo, pada Senin (6/10/2025).
Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-bangkit-aset-daerah-dihidupkan-menuju-lumbung-ternak-nasional/
Sebanyak 15 ton kopi arabika berkualitas tinggi diberangkatkan menuju Jeddah. Kopi ini berasal dari lahan seluas kurang lebih 1.800 hektare di kawasan hutan wilayah Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Bondowoso Utara, yang secara administratif terletak di Kabupaten Situbondo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pilot holding UMKM sektor perkebunan yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKop UKM). Ekspor kopi dilepas secara simbolis oleh Deputi Bidang Usaha KemenKop UKM, Bagus Rachman, serta Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Baca juga: https://ulas.co.id/hut-ke-80-tni-dandim-0822-tni-kuat-karena-bersama-rakyat/
Kemitraan Lestari untuk Pemberdayaan Masyarakat
Dalam keterangannya, Kepala Divre Jatim, Wawan Triwibowo, menyampaikan bahwa kopi yang diekspor merupakan hasil dari kemitraan antara Perhutani dan kelompok masyarakat sekitar hutan, seperti Perkumpulan Masyarakat Walida, Perkumpulan Rengganis, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rengganis dan LMDH Argopuro Makmur. Program ini berjalan di bawah payung Kelompok Kemitraan Perhutani (KKP).
Baca juga: https://ulas.co.id/inces-magdalena-lina-owner-sppg-mitra-mandiri-tegal-pasir-hadiri-hut-tni-ke-80-di-bondowoso/
“Kolaborasi ini adalah bentuk sinergi nyata antara Perhutani dan masyarakat dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengabaikan konservasi lingkungan,” jelas Wawan.
Sementara itu, Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menambahkan bahwa pengelolaan kawasan hutan berbasis agroforestry adalah solusi strategis bagi petani dan pelaku usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun tetap dalam koridor hukum dan kelestarian lingkungan.
Baca juga: https://ulas.co.id/turnamen-gobak-sodor-dandim-cup-i-2025-resmi-dibuka-32-tim-siap-adu-ketangkasan-di-bondowoso/
“Perjanjian kerja sama antar lembaga di sektor pertanian, pariwisata, dan lainnya diharapkan dapat membuka peluang luas bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadikan hutan semakin lestari,” pungkasnya. (Yus)







