Bondowoso Pacu Pencapaian Target Konsumsi Pangan Per Kapita 2025, Dinas dan Desa Bergerak Serempak

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso didampingi Kepala Desa Tangsil Kulon saat acara (foto dok: Istimewa)

Bondowoso, Ulas.co.id — Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memperkuat langkah strategis dalam mencapai target konsumsi pangan per kapita tahun 2025 sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) nasional. Upaya ini dilakukan secara terpadu dari tingkat kabupaten hingga desa, termasuk Desa Tangsil Kulon yang menjadi salah satu desa penggerak ketahanan pangan. Rabu (10/12/2025) bertempat di Kantor Desa Tangsil Kulon Kecamatan Tenggarang.

Baca juga: https://ulas.co.id/mathari-pmk-81-2025-hambat-pembangunan-desa-desa-di-bondowoso-minta-dana-desa-segera-dicairkan/

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi, menegaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat bukan sekadar agenda teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab besar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Target konsumsi pangan per kapita tahun 2025 adalah prioritas kami. Ini bukan hanya soal angka, tetapi soal memastikan masyarakat Bondowoso mendapatkan pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Kami ingin ketahanan pangan bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Mulyadi.

Baca juga: https://ulas.co.id/pengajian-dan-sholawat-di-lapas-iib-bondowoso-hadirkan-kiai-azaim-perkuat-pembinaan-warga-binaan/

Menurutnya, strategi pencapaian target 2025 mencakup peningkatan ketersediaan pangan lokal, penguatan produksi petani, edukasi konsumsi pangan bergizi seimbang, hingga pengurangan ketergantungan terhadap satu jenis komoditas.

Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring berkala serta evaluasi per triwulan untuk memastikan semua indikator AKG 2025 dapat dicapai dengan optimal.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program turun sampai ke rumah tangga. Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi gerakan bersama,” tegasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/komisi-1-dprd-situbondo-pelajari-perda-trantibum-bondowoso-rudi-ariyanto-kultur-kita-11-12-banyak-hal-baik-yang-bisa-diadopsi/

Desa Tanggal Kulon Jadi Penggerak Ketahanan Pangan Berbasis Warga Di tingkat desa.

Kepala desa Tangsil Kulon saat berikan bantuan pangan bergizi kepada warganya (foto dok: Istimewa) 

Kepala Desa Tangsil Kulon, Sahroni Sugiono, menyatakan bahwa desa memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan target konsumsi pangan per kapita. Melalui berbagai program, Desa Tangsil Kulon telah mendorong warganya untuk memanfaatkan lahan pekarangan, menghidupkan kembali pangan lokal, serta meningkatkan pola konsumsi bergizi.

“Desa adalah garda terdepan. Kami di Tanggal Kulon bergerak aktif untuk mendukung program kabupaten. Warga kami dorong menanam, memproduksi, dan mengonsumsi pangan sehat dari lingkungan sendiri. Kami ingin Bondowoso tidak hanya swasembada, tetapi masyarakatnya sehat dan sejahtera,” tegas Sahroni Sugiono.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan target konsumsi pangan tidak bisa dilepaskan dari kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan seimbang, memanfaatkan hasil bumi sendiri, dan mendukung produksi lokal.

Baca juga: https://ulas.co.id/operasi-gabungan-tertibkan-parkir-liar-di-bondowoso-kadishub-demi-ketertiban-dan-wajah-kota-yang-lebih-baik/

Sinergi Kabupaten dan Desa Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan 2025.
Sinergi antara kabupaten, kecamatan, dan desa dinilai sebagai kunci keberhasilan program ini. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso terus melakukan pendampingan teknis, menyediakan data ilmiah konsumsi pangan, dan mengawal program diversifikasi pangan, sementara desa bertugas menggerakkan masyarakat agar perubahan terjadi sampai pada level keluarga.

Dengan Dukungan Masyarakat, Bondowoso Optimistis Capai Target AKG 2025

Dengan gerakan bersama dari pemerintah kabupaten, perangkat desa, petani, dan warga, Bondowoso optimistis dapat mencapai target konsumsi pangan per kapita sesuai Angka Kecukupan Gizi Nasional pada tahun 2025.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Bondowoso sebagai daerah yang mandiri pangan dan sehat secara berkelanjutan.
Penulis: Yusi S.E Redaksi Ulas.co.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *