Angin Kencang Terjang Dua Desa di Bondowoso, Puluhan Rumah Rusak dan Dua Warga Luka Ringan

Camat Curahdami bersama BPBD gercep terjun langsung rumah warga yang tertimpa angin kencang dan hujan deras (foto dok: Istimewa)
Bondowoso, ulas.co.id — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bondowoso pada Rabu (29/4/2026) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan kejadian dari masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB. Angin kencang dilaporkan menerjang dua wilayah, yakni Desa Kembang di Kecamatan Bondowoso dan Desa Jetis di Kecamatan Curahdami.

Camat kota saat terjungkal langsung kerumah warga pasca angin kencang dan hujan deras (foto dok: istimewa)
Di Desa Kembang, tercatat sebanyak 14 rumah warga mengalami kerusakan ringan. Rumah-rumah tersebut milik warga di RT 007 dan RT 008 RW 003. Selain kerusakan bangunan, satu warga atas nama Selayar dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, lima rumah warga juga mengalami kerusakan ringan di wilayah RT 018 dan RT 020. Satu warga lainnya, Heriyanto, mengalami luka ringan di Dusun Plalangan.
Berbagai unsur terlibat dalam penanganan kejadian ini, di antaranya BPBD Bondowoso, Koramil Curahdami, pemerintah kecamatan dan desa setempat, Agen Bencana Jawa Timur, PMI, serta warga sekitar yang turut membantu proses penanganan di lokasi.
Baca juga: https://ulas.co.id/kajari-bondowoso-tekankan-sinergi-dan-percepatan-penanganan-perkara/
Sebagai langkah awal, tim Pusdalops, TRC BPBD, dan Agen Bencana Jatim telah melakukan asesmen langsung di lokasi terdampak untuk mendata kerusakan serta kebutuhan penanganan lanjutan. Hasil asesmen tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan sebagai dasar penentuan tindak lanjut.
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang guna mempercepat penanganan.
Penulus: Redaksi







