Hujan Deras Picu Longsor, Jembatan Penghubung Desa Wonoboyo–Leprak Bondowoso Ambruk

Tim BPBD Bondowoso saat terjun langsung kelokasi longsor (foto dok: Istimewa)

Bondowoso, Ulas.co.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Klabang pada Selasa (13/1/2026) sore mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor yang berdampak pada ambruknya jembatan penghubung antara Desa Wonoboyo dan Desa Leprak, Kabupaten Bondowoso.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Derasnya curah hujan menyebabkan debit aliran sungai meningkat tajam sehingga menggerus pondasi jembatan hingga akhirnya ambruk. Informasi awal kejadian diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso dari masyarakat melalui media sosial WhatsApp sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca juga: https://ulas.co.id/komisi-iii-dprd-bondowoso-dorong-percepatan-apbd-2026-dokumen-perencanaan-jadi-kunci-serapan-anggaran/

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Bondowoso segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) untuk melakukan asesmen ke lokasi kejadian di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang.

Hasil asesmen di lapangan menunjukkan bahwa jembatan dengan panjang sekitar 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi kurang lebih 3,6 meter tersebut mengalami kerusakan total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Untuk sementara, akses jalan hanya memungkinkan dilakukan penanganan darurat.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapolres-lama-pamit-kapolres-baru-siap-lanjutkan-legacy-bondowoso-kota-yang-tak-terlupakan/

Sebagai langkah awal pengamanan, petugas telah memasang safety line pada kedua arah akses Wonoboyo–Leprak dan Leprak–Wonoboyo guna mencegah masyarakat melintas di area berbahaya. Selain itu, BPBD bersama unsur terkait merencanakan pembangunan jembatan sementara dari kayu beralaskan bambu agar dapat digunakan oleh kendaraan roda dua.

BPBD juga akan memasang banner peringatan bagi pengguna jalan serta terus melakukan pemantauan, mengingat material di sekitar tepi jalan masih rawan tergerus apabila hujan deras kembali terjadi.

Baca juga: https://ulas.co.id/tim-biru-damkar-bondowoso-berhasil-evakuasi-warga-jatuh-ke-dalam-sumur/

Dalam kegiatan penanganan awal ini, unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Bondowoso, Koramil Klabang, Pemerintah Kecamatan Klabang, Pemerintah Desa Wonoboyo, Pemerintah Desa Leprak serta masyarakat setempat.

Plt Kalaksa Bondowoso melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bondowoso, Yuliono, yang turut mendampingi kegiatan asesmen menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.

“Tim telah menyelesaikan asesmen lapangan pada pukul 20.00 WIB dan hasilnya segera dilaporkan kepada pimpinan serta OPD terkait untuk langkah penanganan lanjutan,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-dukung-verifikasi-aset-biologis-dan-pengecekan-sarpras-oleh-kjpp/

BPBD Kabupaten Bondowoso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor dan banjir, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di beberapa wilayah.

Baca juga: https://ulas.co.id/banjir-di-cermee-bondowoso-rusak-aspal-jalan-yang-baru-diperbaiki/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *