Bupati Abdul Hamid Perkuat Sinergi dengan Perhutani, Wisata dan Agroforestry Kopi Jadi Motor Ekonomi Bondowoso

Bupati Bondowoso dan Kepala DPKP Bondowoso saat dilokasi dan saat usai acara (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata dan pertanian melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bidang Wisata serta penyerahan PKS Agroforestry Kopi bersama Perhutani, Rabu (8/7/2026).

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Menurutnya, kawasan hutan tidak hanya memiliki fungsi konservasi, tetapi juga dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini menjadi momentum untuk mengoptimalkan potensi wisata alam sekaligus memperkuat sektor kopi Bondowoso yang telah memiliki kualitas dan reputasi hingga tingkat nasional bahkan internasional. Semua harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Hamid.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/imron-tegaskan-dinsos-p3akb-bondowoso-siap-tindak-lanjuti-rekomendasi-komisi-iv-dprd/

Ia menjelaskan, pengembangan wisata berbasis hutan dan agroforestry kopi diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperluas nilai tambah produk kopi khas Bondowoso.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Perhutani, kelompok tani hutan, pelaku usaha, hingga masyarakat sekitar kawasan hutan agar program tersebut berjalan optimal.

“Kita ingin hutan tetap lestari, masyarakat semakin sejahtera, dan Bondowoso semakin dikenal sebagai daerah tujuan wisata sekaligus penghasil kopi unggulan,” tambahnya.

Komitmen ini sejalan dengan visi Pemkab Bondowoso untuk memperkuat sektor pertanian dan melakukan rebranding pariwisata daerah.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/hendrik-widotono-serapan-anggaran-disnakkan-bondowoso-capai-5024-persen-fokus-tuntaskan-kendala-regulasi/

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, mengatakan kerja sama agroforestry kopi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi rakyat tanpa mengabaikan kelestarian kawasan hutan.

Menurutnya, pola agroforestry memberikan manfaat ganda karena mampu menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui budidaya kopi yang lebih baik.

“Melalui kolaborasi ini kami berharap petani memperoleh kepastian dalam pengelolaan lahan, peningkatan pendampingan teknis, akses pasar yang lebih luas, serta peningkatan kualitas hasil produksi kopi Bondowoso,” jelas Mulyadi.

Ia menambahkan, DKPP akan terus melakukan pembinaan kepada kelompok tani agar penerapan budidaya kopi sesuai standar, sehingga mampu meningkatkan daya saing kopi Bondowoso di pasar nasional maupun ekspor.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/wakili-kajari-dedi-johansyah-dorong-sinergi-lintas-sektor-bondowoso-bidik-naik-ke-predikat-kabupaten-layak-anak-utama/

Dengan penandatanganan kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis sektor pariwisata dan agroforestry kopi dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu sentra kopi dan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *