Bupati Bondowoso Tandatangani Kesepakatan Perubahan APBD 2025 dengan Komitmen dan Transparansi

Bupati Bondowoso KH Abd Hamid Wahid saat menandatangani perubahan APBD tahun 2025 (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id — Bupati Bondowoso KH Abd Hamid Wahid menandatangani kesepakatan perubahan anggaran APBD tahun 2025. Dalam sambuatannya Bupati mengatakan, perubahan bukan untuk sekadar menata ulang anggaran, tapi untuk menegaskan satu hal yang lebih besar: bahwa pemerintahan bisa berjalan dengan kejujuran, keterbukaan, dan hati nurani. Minggu malam (29/9/2025) bertempat diruang graha paripurna DPRD.

Bupati KH Abdul Hamid Wahid, M.Ag menyampaikan sambutan yang tak biasa bukan sekadar pembukaan sidang, melainkan manifesto kepemimpinan yang menyentuh nadi seluruh pemangku kepentingan.

“Anggaran bukan sekadar angka. Ia adalah amanah,” ujarnya.

Dengan suara tenang dan tatapan yang tajam, Bupati KH Abdul Hamid Wahid menggetarkan ruang paripurna.

“Hari ini kita tidak hanya menandatangani perubahan APBD. Kita menandatangani janji. Bahwa setiap rupiah di APBD 2025 bukan milik pemerintah, tapi milik rakyat. Dan tanggung jawab kita adalah memastikan ia sampai ke rakyat, utuh dan penuh manfaat,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Bupati membeberkan realitas fiskal yang melatarbelakangi perubahan.
Pendapatan Daerah turun karena pengurangan transfer pusat.
PAD justru meningkat, menjadi bukti bahwa semangat kemandirian daerah terus tumbuh

Belanja Tidak Terduga naik drastis sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah menghadapi ketidakpastian

Belanja difokuskan pada sektor strategis: kesehatan, pendidikan, infrastruktur desa, dan perlindungan sosial,

“Kita bukan memangkas tanpa makna. Kita merapikan agar tidak ada yang sia-sia. Anggaran harus berdampak, bukan sekadar terserap,” tegas Bupati.

Disaksikan oleh pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, OPD, dan media, penandatanganan perubahan APBD 2025 dilakukan dengan penuh makna. Ini bukan sekadar dokumen, tapi kontrak moral antara eksekutif dan legislatif untuk melayani rakyat Bondowoso sebaik-baiknya.

Bupati KH Abdul Hamid Wahid juga mengumumkan langkah konkret yang akan mengubah wajah pemerintahan daerah:

Peluncuran dashboard transparansi APBD yang bisa diakses publik 24 jam
Keterbukaan data OPD hingga level desa
Pelibatan masyarakat sipil dan media dalam pengawasan
Sanksi bagi siapapun yang menghambat keterbukaan atau menyimpang dari amanah

“Pemerintahan yang baik bukan yang sempurna. Tapi yang mau dikoreksi, mau diawasi, dan mau berubah. Bondowoso siap jadi contoh,” katanya.

Perubahan APBD 2025 bukanlah akhir, melainkan awal. Awal dari babak baru di mana masyarakat bisa ikut melihat, menilai, dan bahkan ikut menjaga jalannya pemerintahan.

Hamid Wahid juga menambahkan, bahwa keadilan anggaran, keterbukaan data, dan keberanian berubah adalah kunci membangun daerah yang benar-benar berpihak pada rakyat.

“Saya yakin selama rakyat percaya, selama kita terbuka, selama kita bekerja dengan hati. Bondowoso akan terus tumbuh,” pungkasnya. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *