Bupati dan Wabup Bersama Anggota DPR RI Resmikan Jembatan Gantung Penghubung Akses Jalan Desa Gayam Kidul – Desa Lanas

Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid saat berikan sambutannya saat meresmikan jembatan gantung jalan penghubung Desa Gayam menuju Desa Lanas (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Bupati dan Wabup Bondowoso bersama anggota DPR RI Resmikan Jembatan gantung penghubung Desa Gayam menuju Lesa Lanas, Kecamatan Botolinggo menggunakan anggaran APBN tahun 2024 yang diinisiasi oleh anggota DPRD RI Fraksi Partai Gerindra Sumail Abdullah. Kamis (19/06/2025).

Diketahui, jembatan gantung dengan tipe rigid bentang 80 meter ini, merupakan jembatan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Disampaikan Bupati Bondowoso, Abd. Hamid Wahid, dengan diresmikannya jembatan gantung ini, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Sumail Abdullah sebagai inisiator program. Dimana pada kesempatan ini kehadirannya diwakilkan kepada anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Gerindra Bima Rafsanjani Rafid.

“Ini untuk kepentingan akses masyarakat utamanya pendukung akses ekonomi, pertanian, pendidikan dan sebagainya dan ini sangat dibutuhkan oleh msyarakat desa gayam dan desa lanas,” ujarnya.

Ditanya tentang, akses infrastruktur jalan menuju desa Gayam dan desa Lanas yang sangat memprihatinkan, Bupati Hamid menyebut jika saat ini Pemerintah Kabupaten Bondowoso sudah memulai pembangunan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

“Terpenting kita sudah memulai, ada beberapa titik yang sudah digarap. Tapi memang kondisi keterbatasan,” ujarnya dengan singkat.

Senada dengan Bupati, Anggota DPRD Jatim Komisi D, Bima Rapsanjani Rafid, menyatakan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Jabupaten, Provinsi, dan Pusat dalam mendorong pembangunan infrastruktur di daerah.

“Keberadaan jembatan ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Kami di provinsi akan terus mengawal program-program infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar warga,” ujar politisi muda asal Banyuwangi tersebut.

Keberadaan jembatan ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Kami di provinsi akan terus mengawal program-program infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar warga,” ujar politisi muda tersebut.

Ia menambahkan, dengan rampungnya jembatan tersebut, akses warga ke pusat kecamatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta pasar tradisional menjadi jauh lebih mudah, terutama saat musim hujan yang sebelumnya kerap menghambat mobilitas.

Kami berharap, jembatan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Khususnya bagi para petani dan pedagang lokal,” imbuh Bima.

Pemerintah Daerah optimistis, kehadiran jembatan ini tak hanya memperlancar aktivitas harian warga, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan Botolinggo. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *