Kominfo Bondowoso Kembangkan Platform BIOP, Perkuat Satu Data Daerah untuk Dukung Kebijakan Strategis

Bondowoso, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memperkuat implementasi program Satu Data Indonesia dengan mengembangkan Bondowoso Intelligence Operational Platform (BIOP).
Platform ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Satu Data Indonesia yang bertujuan mewujudkan tata kelola data yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Kominfo dan Informatika Kabupaten Bondowoso, Dwi Wahyudi, menjelaskan bahwa setiap daerah didorong memiliki portal satu data sebagai pusat informasi sektoral yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah.
“Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Satu Data Indonesia sesuai Perpres Nomor 39 Tahun 2021. Karena itu, pada tahun 2026 kami mengembangkan portal satu data sektoral yang kami beri nama Bondowoso Intelligence Operational Platform atau BOP,” ujar Dwi Wahyudi usai mengikuti rapat koordinasi di Aula Sabha Bina Praja I Sekretariat Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, BOP menghimpun berbagai data strategis dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu sistem terpadu. Beragam informasi penting, mulai dari data infrastruktur, transportasi, kesehatan hingga sektor lainnya dapat diakses secara cepat oleh pimpinan daerah.
“Di dalam aplikasi ini terdapat data sektoral dari masing-masing OPD, misalnya jumlah penerangan jalan umum (PJU), data transportasi, terminal, jumlah kendaraan, hingga data kesehatan seperti jumlah pasien dan ketersediaan ruang perawatan. Semua disajikan dalam satu platform,” jelasnya.
Dwi mengatakan, keberadaan platform tersebut akan memudahkan Bupati Bondowoso dan Sekretaris Daerah dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat berdasarkan data yang tersedia secara real time sesuai pembaruan dari masing-masing perangkat daerah.
“Ketika Bupati atau Pak Sekda membutuhkan data untuk menentukan kebijakan strategis, cukup membuka aplikasi dan seluruh informasi yang dibutuhkan sudah tersedia. Ini akan mempercepat proses pengambilan keputusan,” katanya.
Selain kemudahan akses data, aspek keamanan informasi juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan platform tersebut. Dinas Kominfo dan Informatika turut melibatkan bidang persandian guna memastikan keamanan sistem dari potensi ancaman siber.
“Keamanan menjadi prioritas kami. Karena itu, unsur persandian juga dilibatkan dalam pengembangan aplikasi ini agar data strategis pemerintah tetap terlindungi,” tegasnya.
Dwi menambahkan, selain BIOP, Pemkab Bondowoso juga tengah mengembangkan platform lain bernama Bondowoso Berkah yang berfungsi sebagai media informasi publik. Berbeda dengan BIOP yang memuat data strategis untuk kebutuhan internal pemerintah, Bondowoso Berkah lebih difokuskan pada penyampaian informasi kepada masyarakat.
Ia juga memastikan hingga saat ini sistem keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso masih terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, hingga hari ini belum pernah terjadi peretasan data di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ini menjadi komitmen kami untuk terus menjaga keamanan informasi pemerintah daerah,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi


