Komitmen Penuh Transparansi dan Kualitas, Validasi 47 Karyawan Dapur 3 SPPG Tegal Ampel Siap Sukseskan Program Gizi Nasional

Owner SPPG Mitra Mandiri Magdalena ABK group Tegal Ampel Sekarputih bersama Kepala dapur 3 serta Aslap saat memvalidasi 47 karyawan yang diterima (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ayam Berkokok Lentera Nusantara melalui Dapur 3 Mitra Mandiri Magdalena ABK Group di Tegal Ampel, Kelurahan Sekarputih, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional. Kamis (6/4/2026) di SPPG dapur 3 Mitra Mandiri Magdalena ABK group Tegal Ampel Sekarputih.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Owner SPPG, Lina Tripuspita Sudarmo Putri, yang akrab disapa Incess Magdalena saat memberikan arahan kepada para calon karyawan dan tim dapur. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi generasi penerus.

Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-dan-bank-indonesia-perkuat-sinergi-dorong-ekonomi-daerah/

Menurut Lina, keberhasilan program sangat bergantung pada integritas dan profesionalitas seluruh tim. Ia menekankan pentingnya bekerja sesuai standar operasional, menjaga kebersihan, serta memastikan setiap makanan yang disajikan memenuhi nilai gizi yang telah ditentukan.

“Ini adalah amanah besar. Kita tidak hanya memasak, tetapi memastikan makanan yang diberikan benar-benar sehat, higienis, dan bermanfaat bagi penerima,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-fathor-rozi-kinerja-triwulan-i-2026-masih-on-track-realisasi-belanja-jadi-penggerak-ekonomi/

Lina juga menegaskan komitmen pihaknya terhadap transparansi dalam proses rekrutmen maupun operasional. Ia mengingatkan agar seluruh pihak menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai kepercayaan publik, termasuk pungutan liar.

47 karyawan SPPG Dapur 3 Tegal Ampel Sekarputih saat di validasi (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Ahmad Riansyah menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem kerja yang terstruktur guna menjamin kualitas produksi makanan setiap hari. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi, semuanya dilakukan dengan pengawasan ketat.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, baik dari sisi kebersihan, kualitas bahan, hingga ketepatan waktu distribusi. Ini penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/nasdem-bondowoso-protes-keras-pemberitaan-tempo-nyatakan-sikap-desak-klarifikasi-dan-permintaan-maaf-terbuka/

Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan bagi karyawan terus dilakukan agar setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.

Dengan kesiapan sumber daya manusia dan sistem yang matang, SPPG Tegal Ampel optimistis dapat menjadi salah satu dapur percontohan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional di Kabupaten Bondowoso.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *