Rekrutmen Bersih Tanpa Titipan, 47 Karyawan MBG Tegalampel Masuk Tahap Validasi Pemantapan

Owner SPPG Dapur 3 Tegal Ampel Sekarputih didampingi Kepala dapur dan Aslap saat usai melakukan validasi Pemantapan terhadap 47 karyawannya(foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Setelah resmi mengumumkan nama-nama karyawan yang lolos seleksi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur 3 Yayasan Mitra Mandiri Magdalena ABK Group Tegal Ampel Sekarputih melanjutkan proses dengan tahapan validasi pemantapan terhadap 47 karyawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan ini digelar di lokasi SPPG dapur 3 Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegal Ampel Kamis sore (16/4/2026). Tahapan ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh karyawan sebelum menjalankan tugas dalam program strategis tersebut.
Owner SPPG dapur 3, Lina Tripuspita Sudarmo Putri, menyampaikan bahwa komposisi tenaga kerja didominasi warga lokal. Sebanyak 60 persen atau 27 karyawan berasal dari wilayah sekitar SPPG, khususnya Kecamatan Tegalampel.
“Validasi ini merupakan tahap pemantapan kesiapan karyawan untuk benar-benar mampu mengemban tanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG ke depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pada tahap ini masih diberikan ruang bagi karyawan yang merasa tidak mampu untuk mengundurkan diri secara sukarela, demi menjaga kualitas dan komitmen tim.
Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-dan-bank-indonesia-perkuat-sinergi-dorong-ekonomi-daerah/
Lina juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen. Ia membuka ruang pelaporan bagi karyawan apabila menemukan praktik tidak wajar seperti pungutan atau titipan.
“Saya tekankan kepada seluruh karyawan untuk melapor jika ada proses yang tidak wajar. Ini penting agar sejak awal rekrutmen benar-benar bersih dari pelanggaran,” tegasnya.

Salah satu karyawan asli warga Sekarputih yang memiliki BNSP/Chef saat Validasi pemantapan (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Sementara itu, Salah satu karyawan yang lolos, Siti Kholifah, warga Sekarputih, mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari program MBG tanpa melalui jalur titipan maupun pembayaran.
“Alhamdulillah saya diterima tanpa uang dan tanpa titipan orang dalam. Ini sangat berarti bagi saya,” ungkapnya.
Siti yang memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai Cook/Chef, baik nasional maupun internasional, sebelumnya harus bekerja berpindah-pindah kota seperti Jakarta dan Surabaya. Kini, ia merasa lebih tenang karena dapat bekerja dekat rumah.
“Dulu saya harus wira-wiri ke luar kota untuk bekerja di hotel. Sekarang Alhamdulillah bisa lebih dekat dengan keluarga dan tetap berkarya,” tambahnya.

Karyawan SPPG dapur 3 Warga Sekarputih yang berpengalaman PKL dan jadi wakil chef di hotel Jembersari Surabaya saat memberikan keterangannya (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Hal serupa juga dirasakan Dila Naora Ramadani, karyawan lainnya asal Sekarputih. Ia menyebut kehadiran program MBG sangat membantu kondisi ekonomi keluarga, terutama di tengah situasi yang tidak mudah.
“Program ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya ibu rumah tangga. Harapannya MBG bisa terus dipertahankan karena benar-benar membantu perekonomian,” ujarnya.
Dengan proses rekrutmen yang diklaim bersih dan transparan, SPPG Tegalampel 3 optimistis program MBG dapat berjalan optimal, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Penulis: Redaksi







