Perhutani KPH Bondowoso Tegaskan Komitmen Kelestarian melalui Closing Meeting Audit Internal PHPL 2026

KPH Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir saat menggelar closing meeting audit internal penilaian kinerja pengelolaan hutan produksi lestari (foto dok: istimewa) 

Bondowoso,ulas.co.id – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menggelar Closing Meeting Audit Internal Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) Tahun 2026, Kamis (12/02), di Aula Sonokeling KPH Bondowoso. Kegiatan ini menjadi tahapan akhir evaluasi kinerja pengelolaan hutan produksi tahun buku 2025 sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam memastikan pengelolaan hutan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan. Kamis (12/2/2026).

Audit dilaksanakan melalui verifikasi dokumen serta peninjauan lapangan oleh Tim Auditor Internal dengan pendekatan komprehensif berbasis risiko (risk-based assessment). Evaluasi difokuskan pada tiga pilar utama PHPL, yakni kelestarian fungsi produksi, kelestarian fungsi ekologis, serta kelestarian fungsi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-gelar-gerakan-pangan-murah-stok-beras-12-ton-disiapkan-jelang-ramadan/

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa audit internal bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis pengendalian manajemen untuk memastikan prinsip sustainable forest management diterapkan secara konsisten dan terukur.

“Audit PHPL bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi merupakan mekanisme evaluatif untuk memastikan bahwa pengelolaan hutan dilaksanakan secara lestari, akuntabel, serta selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance),” tegasnya.

Menurutnya, hasil audit menjadi bahan refleksi sekaligus pijakan dalam memperkuat sistem perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengelolaan hutan agar tetap adaptif terhadap dinamika regulasi serta kebutuhan masyarakat.

Baca juga: https://ulas.co.id/gerakan-pangan-murah-serentak-nasional-jelang-hbkn-2026-santunan-dan-bantuan-sosial-diserahkan-di-wringin/

Sementara itu, Ketua Tim Auditor Internal Tri Irawati menyampaikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan menyeluruh guna mengidentifikasi tingkat kesesuaian implementasi di lapangan dengan standar dan indikator PHPL yang berlaku.

Baca juga: https://ulas.co.id/pers-dan-perhutani-kolaborasi-tanam-pohon-misbakhul-munir-bukti-nyata-komitmen-jaga-kelestarian-hutan/

“Penilaian dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan berbasis risiko untuk memastikan setiap aspek pengelolaan hutan telah memenuhi standar kelestarian. Beberapa temuan minor menjadi catatan perbaikan sebagai bagian dari proses peningkatan berkelanjutan,” jelasnya.

Closing Meeting diakhiri dengan pemaparan hasil audit serta kesepakatan tindak lanjut atas temuan yang ada. Langkah perbaikan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan capaian nilai kinerja PHPL ke tingkat yang lebih optimal.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-raih-zero-accident-award-tingkat-provinsi-jawa-timur-2025/

Melalui pelaksanaan audit internal ini, Perhutani KPH Bondowoso kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan aspek produksi, ekologi, dan sosial sebagai fondasi pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *