Pemkab Bondowoso Gelar Gerakan Pangan Murah, Stok Beras 12 Ton Disiapkan Jelang Ramadan

Wakil Bupati Bondowoso bersama Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan pangan saat sambutan (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya bulan suci Ramadan. Jumat (13/02/2026) di Kecamatan Wringin.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Ringin ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan instansi vertikal, BUMN pangan, serta pelaku usaha lokal. Program tersebut menjadi bagian dari upaya konkret Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.

Baca juga: https://ulas.co.id/gerakan-pangan-murah-serentak-nasional-jelang-hbkn-2026-santunan-dan-bantuan-sosial-diserahkan-di-wringin/

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua dan akan diperluas ke 23 kecamatan.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh pihak, kegiatan ini bisa kembali kita laksanakan. Insya Allah akan berlanjut di seluruh kecamatan agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pada kegiatan kali ini, Pemkab menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar, di antaranya:

Beras sekitar 12 ton

Minyak goreng ribuan botol

Telur dan komoditas pangan lainnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/samsat-keliling-hadir-kepala-bapenda-bondowoso-ajak-warga-manfaatkan-layanan-pajak-yang-mudah-dan-cepat/

Ia mengungkapkan bahwa permintaan masyarakat terhadap bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur meningkat signifikan menjelang Ramadan. Bahkan, pihaknya meminta tambahan pasokan dari Bulog untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Permintaan terbesar memang pada beras dan minyak goreng. Kemarin kita distribusikan sekitar 8 ton beras, sekarang meningkat menjadi 12 ton. Untuk minyak goreng juga mengalami peningkatan karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.

Selain penjualan bahan pokok murah, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sosial, termasuk santunan kematian serta bantuan bagi ibu melahirkan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapolres-bondowoso-tegaskan-pers-pilar-demokrasi-dalam-gerakan-sedekah-oksigen-hpn-2026/

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.

“Kegiatan ini adalah langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau, terutama menjelang Ramadan. Kita tidak ingin ada kecemasan di tengah masyarakat akibat kenaikan harga bahan pokok,” tegasnya.

Baca juga: . https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-ajak-masyarakat-sukseskan-gerakan-sedekah-oksigen-pada-peringatan-hpn-2026/

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai instansi vertikal dan mitra usaha akan terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga.

Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis program ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga kestabilan ekonomi daerah selama momentum keagamaan nasional.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *