Peringati Hari Anak Nasional 2025, Pemkab Bondowoso Luncurkan Aplikasi “SEMARAK dan SI PEKA PAK”

Bupati Bondowoso saat sambutan dan saat berikan e-sertifikat kepada pihak terkait (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 luncurkan aplikasi SEMARAK dan SI PEKA PAK” dengan rangkaian kegiatan edukatif, inspiratif, dan penuh apresiasi.
Acara ini melibatkan anak-anak, keluarga, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga mitra pembangunan—menjadikannya momentum penting untuk memperkuat pemenuhan hak anak, perlindungan khusus, dan pencegahan perkawinan anak.
Bupati Bondowoso, H. Abd. Hamid Wahid menegaskan, bahwa peringatan HAN tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata dalam menciptakan Bondowoso sebagai Kabupaten Ramah Anak.
“Perlindungan anak bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Kita ingin Bondowoso menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” ujar Bupati, Senin (11/8/2025). Bertempat di pendopo RBA.
Penghargaan Anak dan Mitra Peduli Sebanyak 541 anak berprestasi menerima e-sertifikat langsung dari Bupati sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik dan non-akademik mereka.
Selain itu, Penghargaan Mitra Peduli Anak diberikan kepada sejumlah institusi yang berkontribusi besar dalam upaya perlindungan anak, antara lain: Kapolres Bondowoso, Dandim 0822, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, Kemenag Bondowoso, Satreskrim dan Kanit PPA Polres, Tanoker Ledokombo.
Layanan Dasar untuk Anak dan Keluarga sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak dasar anak, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyediakan berbagai layanan publik, antara lain:
Administrasi Kependudukan (Akta Kelahiran & KIA) Layanan Kesehatan Dasar, Perpustakaan Keliling untuk meningkatkan literasi anak dan keluarga.
Berkat kolaborasi lintas sektor yang kuat, Kabupaten Bondowoso berhasil meningkatkan peringkatnya ke kategori Nindya dalam evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA). Capaian ini menunjukkan keberhasilan strategi perlindungan anak yang sistematis dan terukur.
“Peluncuran SEMARAK dan SI PEKA PAK menjadi bukti komitmen kita dalam mencegah perkawinan anak dan memastikan respon cepat terhadap kasus kekerasan. Ini adalah tanggung jawab moral dan sosial kita bersama,” tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi, menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Bondowoso adalah rumah bagi masa depan. Dan anak-anak adalah pilar utama rumah itu. Mari jaga mereka bersama-sama,” Ungkap Bupati.

Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso saat sambutan dan saat foto bersama (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Dalam kegiatan ini, Anisatul Hamidah Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso menjelaska, Forum Anak Bondowoso, Forum Anak Desa, serta sembilan lembaga pendidikan memamerkan karya terbaik anak-anak Bondowoso, mulai dari seni pertunjukan, pameran visual, inovasi pendidikan, hingga produk kreatif.
“Gelar karya ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berpartisipasi aktif, dan menunjukkan identitas mereka sebagai agen perubahan,” ungkapnya.
Peluncuran Aplikasi SEMARAK (Sekolah Masyarakat Anti Perkawinan Anak) diluncurkan sebagai strategi pencegahan perkawinan anak berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini melibatkan TP PKK, dinas terkait, tokoh agama, dan komunitas lokal sebagai garda terdepan pencegahan.
Sementara itu, SI PEKA PAK (Sistem Pengaduan Kekerasan dan Perlindungan Perempuan & Anak) hadir sebagai platform digital pengaduan dan layanan rujukan terintegrasi. Aplikasi ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Melalui SI PEKA PAK, korban tidak perlu lagi bingung harus melapor ke mana. Semua layanan kini terintegrasi, cepat, dan responsif,” tambah Kepala Dinsos P3AKB.







