Ratusan Jamaah Padati Pendopo Kec Curahdami Dalam Sema’an Khotmil Qur’an, Camat Guruh Purnama Putra Apresiasi Para Huffadh

Sekda, ketua DPRD, Camat Curahdami dan para tokoh agama di Bondowoso serta masyarakat saat laksanakan Khotmil qur’an dan sholawatan (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id — Pendopo Kecamatan Curahdami menjadi pusat perhatian masyarakat pada gelaran Sema’an Khotmil Qur’an dan Sholawat yang dihadiri ratusan jamaah, santri, serta para penghafal Al-Qur’an (huffadh). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan, memperlihatkan kuatnya budaya religius yang terus hidup di tengah masyarakat Curahdami. Rabu (10/12/2025)

Baca juga: https://ulas.co.id/dugaan-korupsi-dana-desa-padasan-mantan-kades-dan-bendahara-resmi-jadi-tersangka/

Acara dimulai pada sore hari dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara berurutan oleh para huffadh dari berbagai pesantren di wilayah Bondowoso. Para jamaah tampak antusias mengikuti jalannya acara, memenuhi setiap sudut pendopo hingga area luar yang disediakan panitia. Suasana yang hening dan khusyuk mencerminkan kekhidmatan masyarakat dalam menyambut kegiatan bernilai spiritual tinggi ini.

Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, Huffadh adalah Penjaga Cahaya Al-Qur’an. turut hadir sekaligus memberikan sambutan resmi. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap seluruh penghafal Al-Qur’an, para santri, tokoh agama, serta masyarakat yang terus menjaga tradisi pembacaan Al-Qur’an dan kegiatan sholawat secara rutin.

Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-pacu-pencapaian-target-konsumsi-pangan-per-kapita-2025-dinas-dan-desa-bergerak-serempak/

“Para huffadh adalah penjaga cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat kita. Mereka bukan hanya hafal, tetapi membawa keberkahan melalui lantunan ayat suci yang mereka baca. Pemerintah Kecamatan Curahdami berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan bernilai spiritual seperti ini,” ujar Guruh Purnama Putra.

Ia juga menegaskan bahwa tradisi sema’an bukan hanya ritual keagamaan, melainkan sarana memperkuat karakter masyarakat Curahdami yang dikenal religius, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

Baca juga:

Menurutnya, kegiatan seperti Sema’an Khotmil Qur’an dan Sholawat berperan penting dalam membangun ketenangan batin, mempererat persatuan, serta menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.

Baca juga: https://ulas.co.id/mathari-pmk-81-2025-hambat-pembangunan-desa-desa-di-bondowoso-minta-dana-desa-segera-dicairkan/

Guruh Purnama Putra mengapresiasi kolaborasi antara tokoh agama, lembaga pendidikan Islam, serta masyarakat yang berperan aktif dalam menjaga kesinambungan acara rutin bernuansa religius.

 

“Kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat ikatan antarumat. Semakin sering kita bersama dalam majelis seperti ini, semakin kuat pula karakter dan moral generasi kita ke depan,” tambahnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/pengajian-dan-sholawat-di-lapas-iib-bondowoso-hadirkan-kiai-azaim-perkuat-pembinaan-warga-binaan/

Di akhir sambutannya, Camat Curahdami menyampaikan harapan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkala. Ia juga menjanjikan dukungan fasilitas dan koordinasi agar setiap kegiatan keagamaan di wilayah Curahdami dapat berjalan lancar dan nyaman bagi masyarakat.

 

Pemerintah kecamatan disebutkan siap membuka ruang pendopo bagi berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

 

Rangkaian kegiatan berlangsung hingga malam hari, ditutup dengan bacaan doa dan sholawat bersama. Jamaah tampak mengikuti hingga akhir dengan penuh ketertiban. Banyak di antara mereka menyampaikan rasa syukur dan harapan agar Curahdami terus menjadi wilayah yang diberkahi dengan kegiatan-kegiatan positif, khususnya yang berkaitan dengan syiar Islam.

 

Dengan terselenggaranya Sema’an Khotmil Qur’an dan Sholawat ini, Kecamatan Curahdami kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keagamaan yang menjadi identitas kuat masyarakat serta memperkokoh spiritualitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Redaksi

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *