Rumah Tahanan Bondowoso Kembangkan Produk Olahan Tempe untuk Kemandirian Warga Binaan

BONDOWOSO, ulas.co.id – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bondowoso terus mendorong program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan produk olahan pangan. Selain keripik tempe yang telah berjalan, pihak Rutan Bondowoso tengah menyiapkan sejumlah inovasi produk baru berbahan dasar kedelai.

Kepala Rutan Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto, mengatakan salah satu produk yang tengah dikembangkan berupa olahan tempe dengan konsep menyerupai wafer atau camilan cokelat. Produk tersebut memanfaatkan tempe sebagai bahan utama dengan tambahan cokelat sebagai topping.

“Selain keripik, nanti kita akan bikin semacam wafer, seperti Beng-Beng, tetapi bahan dasarnya tempe. Tempenya digunakan sebagai bahan utama, kemudian topping-nya menggunakan cokelat,” ujar Nunus, Senin (17/8/2026).

BACA JUGA: Paskibra Kecamatan Tamanan Dikukuhkan Camat Abdul Mufid Ajak Generasi Muda Jaga Semangat Kemerdekaan

Paskibra Curahdami Angkatan ke 4 Dikukuhkan Camat Guruh Tekankan Semangat dan Nilai Kemerdekaan

Menurutnya, proses produksi tersebut diupayakan dilakukan secara mandiri di lingkungan Rutan Bondowoso. Mulai dari pengolahan kedelai, pembuatan tempe, pengolahan menjadi produk makanan, hingga proses pengemasan dilakukan dengan melibatkan warga binaan.

Selain produk olahan tempe, Rutan Bondowoso juga mengembangkan produk lain seperti keripik dan dodol. Pengembangan berbagai produk tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membangun kemandirian warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Nunus menuturkan, pemasaran produk selama ini dilakukan dengan memanfaatkan kunjungan ke Rutan Bondowoso. Produk diperkenalkan kepada pengunjung, baik masyarakat maupun keluarga warga binaan, serta sejumlah instansi yang datang berkunjung.

“Untuk pemasarannya, setiap ada pengunjung kita pasarkan. Baik pengunjung harian, keluarga warga binaan, maupun dari instansi lain. Kita juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mempromosikan produk,” jelasnya.

BACA JUGA: Kebakaran Rumah di Tlogosari Kerugian Ditaksir Rp350 Juta

Produksi sejumlah produk olahan tersebut, lanjut Nunus, dilakukan secara rutin dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin membeli. Namun, dalam beberapa pekan terakhir aktivitas produksi dan pemasaran sempat dihentikan sementara karena pihak Rutan Bondowoso fokus mempersiapkan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Untuk beberapa minggu ini kita off karena fokus persiapan kegiatan. Insyaallah setelah tanggal 17 ini kita akan aktif kembali,” katanya.

Nunus juga mengajak masyarakat serta mitra media sosial untuk turut membantu mempromosikan produk hasil pembinaan warga binaan. Menurutnya, dukungan publik terhadap pemasaran produk sangat penting agar program pembinaan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Harjabo ke 207 di Pusara Ki Ronggo Bupati Abdul Hamid Wahid Tekankan Pentingnya Merawat Sejarah

Ia berharap pengembangan produk olahan tersebut dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan di Bondowoso.

“Mohon dukungannya, terutama dari media sosial mitra kita untuk pemasarannya. Selain mengenalkan produk, kita ingin meningkatkan kehidupan dan kemandirian warga binaan di Bondowoso,” pungkas Nunus.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *