Sambut HUT TNI ke 80 Kodim 0822 Bondowoso Gelar Ijo Fest 2025

Dandim 0822 beserta Bupati dan wakil Bupati, Yonif 514, Kajari, ketua DPRD, dan forkopimda lainnya saat pembukaan Ijo Fest sambut HUT TNI ke 80 tahun (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-80, Kodim 0822/Bondowoso membuktikan bahwa kekuatan sejati TNI bukan hanya terletak pada pertahanan dan senjata, tetapi pada kemampuannya menjadi pelindung dan penggerak kehidupan rakyat. Hal itu diwujudkan melalui Ijo Fest, sebuah festival kolaboratif yang menjadi ikon kebangkitan ekonomi dan semangat gotong royong di Kabupaten Bondowoso. Sabtu malam (20/9/2025) diselenggarakan di Alun-Alun Raden Bagus Asra Kironggo.

Ijo Fest menghadirkan UMKM unggulan, panggung hiburan artis ibu kota, lomba band pelajar SMA, lomba karaoke, arena bermain anak-anak, hingga pameran Alutsista dan kendaraan tempur (Ranpur). Antusiasme masyarakat membanjiri acara ini sejak pagi hingga malam, menjadikan Ijo Fest tak hanya meriah, tapi juga bermakna.

Komandan Kodim 0822, Letkol Arh Ahmad Yani, dalam sambutannya menegaskan bahwa TNI bukan lagi hanya simbol kekuatan militer, tetapi telah menjadi penopang pembangunan nasional yang berdiri berdampingan dengan rakyat.

“Sinergi ini adalah bentuk nyata dari semangat gotong royong. TNI hadir untuk mendorong UMKM lokal agar semakin maju dan mandiri, tentu dengan dukungan dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, Ijo Fest bukan hanya sebuah ajang perayaan, namun merupakan motor penggerak ekonomi lokal yang memberikan ruang nyata bagi rakyat untuk naik kelas.

“Di sini UMKM memperkenalkan produk unggulan, seniman menampilkan karya, dan masyarakat mendapatkan peluang baru. Inilah fungsi sosial TNI yang sesungguhnya,” lanjut Letkol Yani.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Berbagai dinas diturunkan untuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi legalitas kepada pelaku UMKM selama festival berlangsung. Kolaborasi ini menjadi cermin kuatnya sinergi antara unsur pemerintahan, pertahanan, dan masyarakat sipil.

Ijo Fest pun diposisikan sebagai langkah strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan semangat kewirausahaan masyarakat Bondowoso.

Lebih dari Sekadar Festival: Ini Adalah Gerakan Sosial Nasional

Dengan keberhasilan Ijo Fest, TNI membuktikan diri sebagai institusi yang bukan hanya milik negara, tapi juga milik rakyat. Kegiatan ini membentuk ekosistem kolaboratif yang mempertemukan keberanian militer dengan kreativitas warga sipil, menjadi teladan nasional bagi sinergi antarsektor.

“Inilah wajah TNI masa depan. TNI yang tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga menjaga asa dan masa depan rakyatnya,” ujar Letkol A. Yani.

Ijo Fest telah menjelma menjadi lebih dari festival. Ia adalah pesan dari Bondowoso untuk seluruh Indonesia bahwa ketika TNI, rakyat, dan pemerintah bersatu, tidak ada tantangan yang tidak bisa dihadapi, baik di medan perang maupun dalam pertarungan ekonomi.

“TNI untuk rakyat, bukan slogan. Ini adalah aksi nyata. Karena sekuat apapun pasukan, kekuatan sesungguhnya adalah saat rakyat dan tentaranya berjalan dalam satu barisan,” pungkasnya. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *