Sinung Sudrajat: PDI Perjuangan Siap Bersinergi, Perkuat Budaya dan Jadi Mitra Strategis Pembangunan Bondowoso

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso Sinung Sudrajat bersama anggota saat bersilaturahmi pada Bupati dan sampaikan pernyataan sikapnya (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Sinung Sudrajat juga menyinggung pentingnya penguatan sektor budaya dan berbagai potensi daerah lainnya agar dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan.
“Harapan terpenting kami adalah kegiatan ini bisa menjadi agenda tetap tahunan yang luar biasa. Karena pada dasarnya, semua ini bertujuan untuk memperkuat kekompakan dalam membangun Bondowoso yang lebih baik,” ujar Sinung. Rabu (7/1/2026) di pendopo Bupati Raden Bagoes Asra.
Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-laporkan-dugaan-pengrusakan-tegakan-hutan-di-petak-6a3-ke-polres-situbondo/
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sikap loyal yang dimaksud PDI Perjuangan adalah loyalitas yang bersifat konstruktif. Artinya, setiap kebijakan atau program yang dinilai baik akan didukung sepenuhnya, sementara hal-hal yang masih dianggap kurang akan disikapi dengan memberikan solusi, bukan sekadar kritik.
“Yang baik tentu kita dukung. Namun apabila ada yang masih kurang, kami akan mengikutinya dengan solusi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sinung juga menegaskan posisi PDI Perjuangan saat ini dalam pemerintahan daerah, yakni sebagai mitra sanding yang siap bekerja sama secara kritis dan konstruktif demi kepentingan masyarakat Bondowoso.
Baca juga: https://ulas.co.id/awal-tahun-2026-perhutani-kph-bondowoso-laksanakan-rapat-kerja-teguhkan-penerapan-gcg-dan-pengelolaan-hutan-berkelanjutan/
Selain menekankan pentingnya sinergi pembangunan, Sinung Sudrajat juga menyoroti peran strategis sektor budaya, sosial, dan potensi lokal lainnya sebagai bagian dari identitas Bondowoso. Ia menilai, penguatan budaya daerah harus dikemas secara inklusif agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat serta memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, berbagai kegiatan berbasis budaya dan kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat insidental, melainkan dapat ditetapkan sebagai agenda tetap tahunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi sosial dalam membangun Bondowoso.
Baca juga: https://ulas.co.id/pelepasan-dandim-lama-dan-penyambutan-dandim-baru-kodim-0822-bondowoso/
“Harapan paling penting, kegiatan-kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang luar biasa. Karena pada intinya, ini adalah soal kekompakan dan kebersamaan dalam membangun Bondowoso yang lebih baik,” ungkap Sinung.
Ia juga menjelaskan makna loyalitas yang dipegang oleh PDI Perjuangan dalam menyikapi jalannya pemerintahan daerah. Loyalitas, kata Sinung, bukanlah sikap membenarkan segala hal, melainkan loyalitas yang bertanggung jawab dan berorientasi pada perbaikan.
“Loyal itu artinya yang baik tentu kita dukung dan kita support. Namun jika ada yang dipandang masih kurang, maka kami akan mengikutinya dengan solusi,” tegasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/pisah-sambut-dandim-0822-bondowoso-letkol-arh-ahmad-yani-apresiasi-sinergi-tni-dan-pemerintah-daerah/
Lebih jauh, Sinung menegaskan bahwa posisi PDI Perjuangan saat ini adalah sebagai mitra sanding pemerintahan. Dalam posisi tersebut, PDI Perjuangan siap mendukung program-program yang berpihak kepada rakyat sekaligus memberikan masukan konstruktif demi terciptanya pemerintahan yang efektif dan berkeadilan.
Dengan semangat gotong royong dan kekompakan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso optimistis dapat terus berkontribusi aktif dalam mengawal pembangunan daerah agar berjalan searah dengan kepentingan masyarakat luas dan masa depan Bondowoso yang lebih maju.
Penulis: Redaksi







