Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat Pastikan Peserta OSN Tetap Lanjut Kompetisi, Soroti Fasilitas Ujian yang Kurang Memadai

Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat saat usai lakukan audiensi bersama kadisdik dan wali murid (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara wali murid peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN), Dinas Pendidikan, dan DPRD Bondowoso menghasilkan titik terang terkait polemik administrasi yang sempat mengkhawatirkan kelanjutan para peserta. Anak-anak yang mengikuti OSN dipastikan tetap dapat melanjutkan kompetisi setelah persoalan unggah data berhasil diselesaikan.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, mengatakan forum yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bondowoso, Kamis (2/7/2026), menjadi momentum untuk melakukan evaluasi bersama sekaligus menampung aspirasi dari seluruh pihak.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/pdip-bondowoso-soroti-silpa-rp145-miliar-hingga-optimalisasi-pad-dalam-pandangan-umum-lpj-apbd-2025/

Menurutnya, pada awal proses terjadi kendala teknis ketika data peserta yang telah diunggah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dan berstatus centang hijau ternyata belum diterima oleh server pusat.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi ulang, per hari ini data tersebut sudah diterima dengan baik oleh pusat. Artinya, anak-anak kita tetap bisa melanjutkan dan mengikuti kompetisi OSN,” ujar Sinung.

Ia menegaskan persoalan tersebut lebih disebabkan oleh miskomunikasi dan kendala teknis pada sistem, bukan karena kelalaian administrasi dari pemerintah daerah.

Meski demikian, DPRD juga menemukan sejumlah persoalan lain yang perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait fasilitas pelaksanaan OSN jenjang Sekolah Dasar (SD). Beberapa peserta diketahui harus mengerjakan soal dengan posisi lesehan, kondisi yang dinilai kurang mendukung kenyamanan dan konsentrasi siswa.

“OSN merupakan ajang kompetisi yang bergengsi di bidang pendidikan. Karena itu, fasilitas pelaksanaannya harus benar-benar diperhatikan agar anak-anak bisa mengikuti lomba dengan nyaman dan fokus,” katanya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/pkb-bondowoso-soroti-osn-silpa-hingga-proyek-mangkrak-dalam-pandangan-umum-lpj-apbd-2025/

Sinung menilai kenyamanan tempat ujian memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis peserta. Menurutnya, fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung lahirnya prestasi terbaik para siswa.

“Ketika anak-anak merasa nyaman, mereka bisa berkonsentrasi secara maksimal. Sebaliknya, jika fasilitas kurang layak, tentu akan mengganggu fokus dan psikologi mereka saat mengerjakan soal,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pelaksanaan berbagai ajang kompetisi pendidikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/wakil-ketua-dprd-bondowoso-dorong-evaluasi-total-pelaksanaan-osn-usai-penundaan-seleksi/

“Harapan kita, anak-anak Bondowoso tidak hanya berprestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah. Karena itu, dukungan fasilitas yang baik menjadi bagian penting dalam mewujudkan prestasi tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *