Sekda Bondowoso Minta Camat Perkuat Pendekatan ke Desa untuk Dongkrak Capaian PBB 2026

Bondowoso, ulas.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, meminta seluruh camat untuk lebih aktif membangun komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan para kepala desa guna meningkatkan capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Fathur Rozi usai memimpin rapat evaluasi capaian PBB Tahun 2026 di Sabha Bina Praja, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, meski kondisi perekonomian masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk di sektor pertanian dan masa panen tembakau, upaya optimalisasi penerimaan PBB harus tetap dilakukan dengan pendekatan yang persuasif.

“Memang kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak mudah. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berupaya. Yang diperlukan adalah komunikasi yang lebih intens antara camat dan kepala desa,” ujarnya.

BACA JUGA: Sman 2 Bondowoso Buktikan Kualitas Dunia Perkuat Revalidasi Ijen Unesco Global Geopark

Asesor Unesco Puji Kekompakan Masyarakat Dan Pengelolaan Ijen Geopark Saat Closing Meeting Revalidasi Uggp

Pemerintah Kabupaten Bondowoso Optimistis Ijen Unesco Global Geopark Pertahankan Status Unesco

Bupati Bondowoso Melalui Wabup Asad Yahya Safii Optimistis Ijen Unesco Global Geopark Pertahankan Status Unesco

Fathur Rozi menegaskan bahwa penerimaan PBB memiliki peran penting dalam menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendapatan tersebut menjadi sumber pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat sehingga realisasinya harus terus dioptimalkan.

Karena itu, ia meminta para camat untuk rutin berdialog dengan kepala desa, mencari solusi bersama, serta mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.

Dalam evaluasi tersebut, Sekda juga memaparkan perkembangan capaian PBB antar kecamatan. Hingga saat ini, Kecamatan Klabang tercatat sebagai kecamatan dengan capaian tertinggi, sementara Kecamatan Tamanan masih berada pada posisi terbawah.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah kecamatan yang menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satunya Kecamatan Jambesari Darus Sholah yang sebelumnya berada di posisi terbawah, namun kini berhasil memperbaiki capaian PBB.

“Capaian yang baik di suatu kecamatan harus menjadi contoh bagi kecamatan lain. Praktik-praktik yang berhasil perlu diduplikasi agar kinerja seluruh wilayah bisa meningkat,” tegasnya.

BACA JUGA: Inspektorat Dan Kejari Bondowoso Beri Kesempatan 40 Desa Selesaikan Temuan Audit Sebelum Masuk Ranah Hukum

Melalui evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap seluruh camat terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa sehingga target penerimaan PBB Tahun 2026 dapat tercapai dan mendukung keberlanjutan program pembangunan daerah.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *