Fraksi Golkar Bondowoso Dukung Penuh Kepemimpinan Bupati Hamid–As’ad, Siap Kawal APBD 2026 Berbasis “Bondowoso Berkah”

Fraksi Partai Golkar Bondowoso Kukuh Rahardjo saat membacakan pandangan umum di rapat paripurna (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Bondowoso menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Bupati KH. Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati Lora As’ad Yahya Syafii, yang dinilai berhasil menampilkan arah pembangunan yang jelas dan terukur meski dalam kondisi fiskal yang terbatas.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-ahw-dan-bpn-kabupaten-bondowoso-tandatangani-mou-pemasangan-patok-batas-tanah-serentak/
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Golkar, Kukuh Rahardjo, dalam sidang paripurna DPRD Bondowoso yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2026 dan Raperda tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ijen Tirta, Selasa (11/11/2025).
Baca juga: https://ulas.co.id/peternakan-banjuran-melesat-inovasi-respons-cepat-dan-dukungan-pemerintah-jadi-kunci-keberhasilan/
“Fraksi Golkar memberikan dukungan 1.000 persen atas langkah-langkah strategis Bupati dan Wakil Bupati. Pemerintahan ini menunjukkan arah yang jelas, memahami akar persoalan Bondowoso, dan memiliki peta jalan penyelesaian yang nyata,” tegas Kukuh.
Kukuh menegaskan, Fraksi Golkar mengapresiasi berbagai langkah pembenahan birokrasi yang telah ditempuh Pemerintah Daerah, terutama melalui kebijakan rotasi dan mutasi pimpinan OPD berbasis merit system.
Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-gencarkan-pengawasan-pajak-hotel-dan-restoran-temuan-bpk-capai-puluhan-juta-rupiah/
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi pondasi penting menuju birokrasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
“Kami mendukung penuh program Birokrasi Merdeka. Pembinaan karier, penilaian kinerja, dan penguatan talent pool harus terus diperkuat agar aparatur bekerja berbasis kompetensi dan prestasi,” ujar Kukuh.
Baca juga: https://ulas.co.id/damkar-bondowoso-sosialisasikan-edukasi-proteksi-kebakaran-sejak-dini-di-tk-al-asyari/
APBD 2026: Wujud Visi “Bondowoso Berkah”
Fraksi Golkar juga menilai arah kebijakan APBD Tahun 2026 sudah mencerminkan semangat visi Bondowoso Berkah (Berkualitas, Akseleratif, Holistik). Dengan tema “Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi dan Kemandirian Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan”, APBD 2026 diharapkan menjadi instrumen nyata memperkuat perekonomian rakyat.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-abdul-hamid-wahid-resmikan-museum-terbuka-megalitik-bondowoso-jadi-ruang-belajar-hidup-bagi-generasi-muda/
“Fraksi Golkar mendorong agar program prioritas benar-benar fokus dan berdampak langsung pada masyarakat. APBD bukan sekadar administrasi angka, melainkan sarana menghadirkan kesejahteraan,” tegasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/polsek-sukosari-dan-koni-bondowoso-serta-disparbudpora-gelar-kejuaraan-panahan-dalam-rangka-hut-ke-80-korps-brimob-polri/
RANTAS Bukti Nyata Pemerataan Infrastruktur.
Dalam pandangannya, Kukuh memberikan apresiasi tinggi terhadap program RANTAS (Infrastruktur Tuntas) yang telah berhasil membuka keterhubungan antarwilayah dan memperkuat akses ekonomi desa.
Ia menilai, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi eksekutif dan legislatif, termasuk komitmen anggota DPRD yang mengalokasikan sekitar 80 persen Pokok Pikiran (Pokir) untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
Baca juga: https://ulas.co.id/kapasitas-fiskal-daerah-semakin-terbatas-namun-pembangunan-harus-tetap-berjalan-ini-penjelasan-bupati-dalam-rapbd-tahun-2026/
“RANTAS adalah contoh nyata kerja politik yang berpihak pada rakyat. Kita bangun Bondowoso bukan dengan wacana, tetapi dengan jalan-jalan desa yang benar-benar terhubung,” ungkapnya.
Pihaknya juga Dorong Aglomerasi Tapal Kuda dan Reaktivasi Kereta Api
Fraksi Golkar mendukung penuh inisiatif kerja sama aglomerasi Bondowoso–Jember–Situbondo dan reaktivasi jalur kereta Jember–Bondowoso–Panarukan.
Baca juga: https://ulas.co.id/baru-dilantik-kepala-bapenda-bondowoso-gercep-dorong-optimalisasi-pbb-dan-bphtb-untuk-perkuat-pad-2025/
Langkah tersebut dinilai akan membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan investasi kawasan Tapal Kuda.
“Konektivitas adalah kunci. Saat Bondowoso kembali terhubung lewat rel kereta, ekonomi rakyat dan UMKM akan bergerak lebih cepat,” jelas Kukuh.
Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-apresiasi-tiga-kecamatan-capai-100-pajak-siapkan-strategi-kolaboratif-tingkat-desa/
Revitalisasi Perumda Ijen Tirta
Terkait perubahan status PDAM menjadi Perumda Ijen Tirta, Fraksi Golkar menilai transformasi tersebut harus menjadi momentum memperkuat layanan air bersih sekaligus meningkatkan tata kelola dan efisiensi operasional.
“Revitalisasi bukan hanya soal nama, tetapi bagaimana Perumda hadir lebih profesional, transparan, dan mampu memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-hamid-wahid-tekankan-integritas-dan-inovasi-dalam-pelantikan-pejabat-pimpinan-tinggi-pratama-bondowoso/
Menutup pandangannya, Kukuh menegaskan komitmen Fraksi Golkar untuk mengawal pembahasan APBD 2026 secara konstruktif dan memastikan seluruh alokasi anggaran berpihak kepada rakyat kecil.
“Fraksi Golkar siap mengadvokasi tambahan fiskal melalui jaringan partai hingga tingkat nasional. Kami pastikan APBD 2026 menjadi instrumen keadilan sosial dan penggerak utama kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







