Perhutani Bondowoso Perkuat Kemitraan Produktif dengan Petani Kopi LMDH Rengganis: Wujud Nyata Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera

Administratur KPH Bondowoso Misbakhul Munir saat menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) (foto dok: istimewa) 

Bondowoso, Ulas.co.id — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan berkeadilan sosial.

Hal itu dibuktikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Agroforestry tentang Pengelolaan Lahan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan dengan petani kopi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rengganis, Desa Taman Kursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, pada Senin (10/11/2025).

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-ahw-dan-bpn-kabupaten-bondowoso-tandatangani-mou-pemasangan-patok-batas-tanah-serentak/

Sebanyak 190 petani kopi menerima peta garapan dan dokumen PKS yang memungkinkan mereka mengelola lahan hutan secara legal melalui sistem bagi hasil (sharing profit). Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Taman Kursi, wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumbermalang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Besuki.

Baca juga: https://ulas.co.id/peternakan-bajuran-melesat-inovasi-respons-cepat-dan-dukungan-pemerintah-jadi-kunci-keberhasilan/

Turut hadir dalam acara tersebut Kasi Datun Kejaksaan Negeri Situbondo Alfiyah Yustiningrum, S.H., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Dadang Aris Bintoro, Forkopimcam Sumbermalang, jajaran Perhutani KPH Bondowoso, serta Kepala Desa Taman Kursi Joko Santoso, Ketua LMDH Rengganis Supardi, dan seluruh anggota penerima PKS.

Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-gencarkan-pengawasan-pajak-hotel-dan-restoran-temuan-bpk-capai-puluhan-juta-rupiah/

“Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” Semangat Kolaborasi dari Bondowoso

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi program agroforestry yang menjadi strategi utama Perhutani dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologi hutan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat memanfaatkan lahan di bawah tegakan untuk budidaya tanaman produktif, seperti kopi. Prinsipnya, hutan tetap lestari dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Munir.

Baca juga: https://ulas.co.id/damkar-bondowoso-sosialisasikan-edukasi-proteksi-kebakaran-sejak-dini-di-tk-al-asyari/

Ia menambahkan, Perhutani akan terus mendampingi masyarakat dari tahap perencanaan hingga pengawasan lapangan agar kegiatan berjalan sesuai dengan prinsip kelestarian dan keberlanjutan.

“Kami memastikan program ini berjalan dengan tata kelola yang baik dan memberikan kepastian hukum bagi petani. Dengan adanya PKS, masyarakat dapat bertani dengan tenang, karena seluruh ketentuan dan hak sudah diatur secara jelas,” tegasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-abdul-hamid-wahid-resmikan-museum-terbuka-megalitik-bondowoso-jadi-ruang-belajar-hidup-bagi-generasi-muda/

Lebih lanjut, Munir menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyerahan dokumen kerja sama, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi desa hutan melalui kemitraan yang berkeadilan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pengelolaan hutan yang produktif dan berdaya guna tinggi,” imbuhnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-ajak-siswa-sman-2-situbondo-cintai-lingkungan-melalui-penanaman-pohon/

Dukungan dan Sinergi Lintas Sektor

Kasi Datun Kejari Situbondo, Alfiyah Yustiningrum, S.H., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKS ini.

“Kejaksaan akan mengawal dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan agar memberi kepastian hukum bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/polsek-sukosari-dan-koni-bondowoso-serta-disparbudpora-gelar-kejuaraan-panahan-dalam-rangka-hut-ke-80-korps-brimob-polri/

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Dadang Aris Bintoro, turut mengapresiasi langkah Perhutani.

“Ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan sinergi nyata antara pemerintah, Perhutani, dan masyarakat. Potensi kopi di kawasan ini sangat besar dan dapat menjadi komoditas unggulan daerah,” tuturnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapasitas-fiskal-daerah-semakin-terbatas-namun-pembangunan-harus-tetap-berjalan-ini-penjelasan-bupati-dalam-rapbd-tahun-2026/

Komitmen Bersama Menjaga Hutan dan Meningkatkan Kesejahteraan

Kepala Desa Taman Kursi, Joko Santoso, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani dan seluruh pihak atas dukungan bagi masyarakat desanya.

“Kami berharap seluruh warga menaati kesepakatan PKS. Prinsipnya sederhana: hutan lestari, masyarakat sejahtera,” katanya.

Baca juga: https://ulas.co.id/baru-dilantik-kepala-bapenda-bondowoso-gercep-dorong-optimalisasi-pbb-dan-bphtb-untuk-perkuat-pad-2025/

Sementara itu, Ketua LMDH Rengganis, Supardi, menyatakan komitmen warga untuk mengelola lahan secara berkelanjutan.

“Kami siap menjaga hutan dan memanfaatkan lahan dengan benar agar bermanfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-apresiasi-tiga-kecamatan-capai-100-pajak-siapkan-strategi-kolaboratif-tingkat-desa/

Melalui program agroforestry ini, Perhutani KPH Bondowoso menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam mengembangkan ekonomi hijau sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hutan.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-hamid-wahid-tekankan-integritas-dan-inovasi-dalam-pelantikan-pejabat-pimpinan-tinggi-pratama-bondowoso/

Semangat kolaborasi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat desa hutan menjadi kunci terwujudnya cita-cita bersama:

“Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera.”

Penulis: Redaksi

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *