Banjir di Cermee Bondowoso Rusak Aspal Jalan yang Baru Diperbaiki

Plt Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori saat di konfirmasi terkait pasca banjir yang merusak akses jalan di cermee (foto dok; Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Banjir yang melanda Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menyebabkan kerusakan pada sejumlah titik aspal jalan, termasuk ruas jalan yang baru selesai diperbaiki pada akhir tahun lalu.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menegaskan bahwa kerusakan aspal tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan teknis pekerjaan proyek jalan.
Ansori menjelaskan, pekerjaan peningkatan jalan di wilayah Cermee telah selesai 100 persen dan telah melalui proses pemeriksaan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah melakukan pembayaran kepada penyedia jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-seleksi-open-bidding-di-11-opd-tetapkan-tiga-besar-terbaik-berbasis-kinerja-dan-akuntabilitas/
“Pekerjaan itu sudah selesai 100 persen. Kalau tidak selesai, tidak mungkin kami bayarkan kepada penyedianya,” ujar Ansori, Senin (12/01/2026).
Ia menyebut, kerusakan aspal terjadi akibat luapan air banjir yang mengalir sangat deras dari arah selatan ke utara saat banjir melanda kawasan tersebut. Bahkan hingga saat ini, genangan dan aliran air di lokasi masih terjadi.
“Air kemarin meluber sangat deras dan sampai sekarang masih ada. Karena itu kami meminta penyedia atau pihak ketiga untuk melakukan perbaikan, karena saat ini masih dalam masa pemeliharaan,” jelasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-luncurkan-aplikasi-akselerasi-untuk-perkuat-akuntabilitas-kinerja-pemerintah-daerah/

Ansori kembali menegaskan, tidak ditemukan adanya kesalahan teknis dalam proses pengerjaan jalan. Menurutnya, apabila terdapat kekurangan atau kesalahan teknis, pemerintah daerah tidak akan melakukan pembayaran kepada penyedia jasa.
“Tidak ada kesalahan teknis. Kalau salah, kami tidak akan membayar. Pekerjaan sudah dinyatakan selesai dengan baik secara kuantitas maupun kualitas,” tegasnya.
Untuk penanganan jangka pendek, Dinas BSBK Bondowoso telah melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Bondowoso, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Bondowoso. Langkah sementara yang akan dilakukan adalah normalisasi saluran air di sekitar ruas jalan terdampak.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-tinjau-langsung-lokasi-banjir-di-kecamatan-cermee/
“Kami sampaikan ke pimpinan bahwa sementara akan kita lakukan normalisasi dulu. Berdasarkan perkiraan awal, kebutuhan anggaran untuk normalisasi atau pembangunan drainase kanan-kiri jalan tersebut sekitar Rp2 miliar,” ungkap Ansori.
Sementara terkait besaran kerugian akibat kerusakan aspal, Ansori menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta tim teknis untuk melakukan penghitungan secara rinci dengan melibatkan konsultan teknis.
Baca juga: https://ulas.co.id/edufair-ke-3-bondowoso-dorong-akses-pendidikan-tinggi-dan-peningkatan-ipm/
“Untuk kerugian akibat kerusakan aspal, kami minta tim teknis menghitung dan akan kami koordinasikan dengan konsultan,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







