BPBD Bondowoso Gelar Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna)

Sekretaris BPBD Kabupaten Bondowoso Kristianto Putro Prasojo saat diwawancarai beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dalam upaya penanggulangan bencana di kabupaten Bondowoso, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur Pemerintah terkait termasuk pihak desa dan masyarakat, gelar Pengkajian Kebutuhan Pasca bencana (Jitupasna).

Kalaksa BPBD Kabupaten Bondowoso Sigit Purnomo melalui Sekretaris BPBD Krestianto Putro Prasojo menjelaskan, Gelar dengan materi pemahaman tekhnis asesmen penganggaran hingga penanganan bencana kali ini terselenggara di Pendopo Raden Bagus Asra. Senin (23/06/2025).

“Pelatihan Jitupasna ini, untuk memberikan pemahaman semi tekhnis untuk perhitungan kebutuhan pasca bencana yang bisa dilakukan masyarakat, pihak desa dan kecamatan. Sehingga kita dalam rangka penanganan nanti dilakukan secara bersama sama,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, pelatihan ini juga memberikan pemahaman secara umum tentang apa itu bencana, apa saja potensi bencana yang ada di Bondowoso dan antisipasi bagaimana yang dapat dilakukan.

“Selain itu, juga bisa dilakukan penganggaran melalui DD (Dana Desa) jika tidak keliru 8 persen. Sehingga, ketika ada bencana kita dibantu anggaran DD baik penanganan maupun penganggaran oleh desa,” ungkapnya.

Menurut Kristianto, karena ketika ada bencana yang pertama di lapangan itu adalah masyarakat, pelatihan Jitupasna ini juga diharapkan ada pertisipasi dari masyarakat.

“Jadi, sembari menuju ke lokasi kita sudah siap. Asesmet tetap kita lakukan dalam rangka untuk mendata dampak dari bencana itu untuk dasar tindak lanjut penanganan selanjutnya. Misal ada bencana puting beliung, kita asesment berapa rumah yang terdampak dan kita memiliki logistik apa saja untuk diperbantukan ke lokasi bencana tersebut,” ujarnya.

Kristianto Putro Prasojo memaparkan, bahwa di Bondowoso ini ada 9 potensi bencana namun yang dominan ada bencana angin puting beliung, banjir bandang, kekeringan dan kebakaran hutan.

“Nantinya, upaya awal yang akan kita lakukan nanti ketika ada bencana, melakukan koordinasi bersama OPD yang bersentuhan langsung dengan penganggaran DD dengan memberikan semacam masukan penanganan untuk penganggaran penanggulangan bencana, semacam pencegahan, seperti pengadaan senso, sembako dan sebagainya. Kami harapkan dibantu oleh desa juga,” pungkasnya. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *