Edufair ke-3 Bondowoso Dorong Akses Pendidikan Tinggi dan Peningkatan IPM

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Taufan Restuanto mewakili Bupati saat di konfer beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Edufair (Education Fair) ke-3 tingkat kabupaten. Kegiatan ini menjadi salah satu strategi Dinas Pendidikan untuk mendorong lulusan SMA dan SMK agar tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Senin (12/01/2026) di gedung Gelora setempat.
Mewakili Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa saat ini secara umum hampir tidak ditemukan lagi anak usia sekolah yang benar-benar tidak mengenyam pendidikan.
Baca juga: https://ulas.co.id/banjir-drainase-rendam-permukiman-warga-di-cermee-bpbd-bondowoso-lakukan-penanganan-cepat/
“Kalau kita lihat di masyarakat, anak-anak yang tidak sekolah itu hampir tidak ada. Baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, sebenarnya sudah banyak yang terakomodasi, meskipun memang masih ada sebagian yang belum tercatat secara administratif,” ujar Taufan.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan lagi sekadar memastikan anak bersekolah, melainkan bagaimana mendorong keberlanjutan pendidikan, khususnya dari jenjang SMA dan SMK menuju perguruan tinggi. Hal ini penting untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso.
Baca juga: https://ulas.co.id/panas-warga-bongkar-dugaan-skandal-pppk-oknum-staf-kelurahan-diduga-berbulan-bulan-tak-ngantor-tapi-sk-pengangkatan-tetap-turun/

Kepala dinas pendidikan Bondowoso bersama ketua panitia edufair saat di wawancara beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Sementara itu, Ketua Panitia Edufair 2026 Prasetyo, mewakili Kacapdin menjelaskan bahwa Edufair ke-3 ini diikuti oleh 18 perguruan tinggi, terdiri dari 4 perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta, termasuk sekolah tinggi dan politeknik yang berorientasi pada dunia kerja.
“Tujuan utama Edufair ini adalah membuka wawasan siswa, memberikan motivasi, serta alternatif pilihan pendidikan tinggi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” jelas Prasetyo.
Baca juga: https://ulas.co.id/skandal-absensi-kelurahan-di-bondowoso-terkuak-staf-diduga-alpa-berbulan-bulan-namun-sk-pppk-paruh-waktu-terbit/
Ia mengungkapkan, sebagian besar siswa SMA saat ini memiliki keinginan untuk langsung bekerja setelah lulus, namun di sisi lain juga ingin tetap melanjutkan kuliah. Kendala ekonomi keluarga serta pembatasan jarak kuliah dari orang tua menjadi faktor utama yang kerap dihadapi siswa.
“Banyak orang tua yang mengizinkan anaknya kuliah, tapi tidak boleh jauh-jauh. Bagi sebagian orang tua, Jember saja sudah dianggap paling jauh,” ungkapnya.
Melalui Edufair ini, siswa mendapatkan informasi lengkap mengenai pilihan perguruan tinggi di wilayah sekitar seperti Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi, termasuk jurusan-jurusan yang tersedia. Minat peserta paling tinggi tercatat pada bidang kesehatan serta pendidikan vokasi yang memungkinkan lulusan langsung terserap dunia kerja.
Baca juga: https://ulas.co.id/perum-perhutani-kph-bondowoso-laksanakan-penandatanganan-perpanjangan-perjanjian-kerjasama-dengan-kejari/
Prasetyo menambahkan, Edufair merupakan agenda tahunan yang ke depan akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi dan terobosan baru agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda dan dunia kerja.
“Kami ingin Edufair ini benar-benar menjadi jembatan antara pendidikan dan masa depan anak-anak Bondowoso,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya Edufair ke-3 ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat mencetak generasi muda yang lebih terarah, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Penulis: Redaksi







