SPPG Jambesari Hadirkan Menu MBG Dobel Protein: Widi Ungkap Pentingnya Standar Gizi Baru bagi Peserta Didik

SPPG Magdalena ABK Tegal Pasir Jambesari sajikan menu bergizi doble protein (foto dok: istimewa)

Bondowoso, Ulas.co.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maghdalena ABK Desa Tegal Pasir, Kecamatan Jambesari, kembali mencuri perhatian pada realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, mereka menghadirkan menu dobel protein yang dirancang khusus untuk memperkuat asupan gizi harian peserta didik. Jumat (14/11/2025).

Baca juga: https://ulas.co.id/babinsa-posramil-jambesari-dampingi-pendistribusian-mbg-kegiatan-berjalan-aman-dan-lancar/

Dalam paket makan yang disalurkan, siswa menerima nasi putih, tumis sawi dengan tahu, ayam suwir, telur ceplok, serta pisang sebagai pelengkap vitamin dan serat. Komposisi ini tidak hanya lengkap, namun disusun berdasarkan kebutuhan gizi anak usia sekolah yang membutuhkan asupan protein lebih tinggi untuk menunjang tumbuh kembang.

Baca juga: https://ulas.co.id/peresmian-sumur-bor-di-dusun-lor-sawah-dorong-akses-air-bersih-dan-kesejahteraan-warga/

Menurut Widi, Ahli Gizi SPPG, menu dobel protein kini menjadi standar baru yang perlu diperluas dalam implementasi MBG.

“Dengan hadirnya ayam dan telur dalam satu paket, anak-anak mendapat asupan protein yang jauh lebih optimal. Ini selaras dengan arahan peningkatan kualitas gizi MBG, sekaligus upaya pencegahan stunting sejak usia sekolah,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/bapenda-bersama-asisten-pemkab-bondowoso-gencarkan-monitoring-pajak-temukan-15-potensi-objek-baru/

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas menu bukan sekadar variasi hidangan, namun upaya strategis memastikan anak-anak memiliki stamina yang baik, lebih fokus belajar, serta tumbuh dengan indikator gizi yang sehat.

Widi menegaskan, bahwa keberhasilan penyelenggaraan MBG tidak hanya bergantung pada guru atau sekolah, tetapi juga pada SPPG sebagai jantung logistik dan pengolahan gizi. Di unit inilah seluruh proses dimulai dari pengadaan bahan pangan lokal, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi paket makanan ke sekolah-sekolah.

Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-buka-job-fair-2025-wujudkan-angkatan-muda-pekerja-tangguh-menuju-bondowoso-berkah/

Kini, SPPG Jambesari telah berkembang dari gudang sederhana menjadi pusat logistik cerdas, lengkap dengan sistem pengkodean batch, pencatatan suhu, dan tracing bahan baku berbasis aplikasi. Dengan sistem ini, setiap paket MBG dapat ditelusuri kualitasnya hingga ke sumber pangan.

Menguatkan Ekonomi Desa Melalui Gizi Anak. Widi juga menekankan bahwa peran SPPG jauh melampaui dapur pengolahan. Unit ini memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa melalui pembelian langsung hasil tani dan UMKM lokal.

“Program gizi tidak bisa berdiri sendiri. Ketika SPPG membeli bahan dari petani dan pelaku usaha desa, manfaat MBG menjadi berlipat: gizi anak terpenuhi, ekonomi desa bergerak,” ungkapnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-ahw-dan-bpn-kabupaten-bondowoso-tandatangani-mou-pemasangan-patok-batas-tanah-serentak/

Model ini memunculkan konsep “Kedaulatan Gizi Desa”, di mana desa bukan hanya penerima manfaat, melainkan produsen utama kebutuhan gizi bagi peserta didiknya sendiri.

Inovasi Sunyi yang Menggerakkan Program Nasional. Di balik setiap paket makanan yang diterima anak sekolah, terdapat kerja senyap SPPG yang memastikan keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketepatan waktu distribusi. “Keberhasilan SPPG Jambesari adalah bukti bahwa penguatan gizi nasional dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi desa,” pungkasnya.

 

Dengan inovasi yang terus diperkuat, SPPG Tegal Pasir Jambesari diharapkan menjadi model implementasi MBG paling efektif di Bondowoso, sekaligus menjadi contoh bahwa komitmen pada gizi anak adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa.

Penulis: Redaksi

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *