Warga Tolak Karamba di Rowosumo, Hasil Musyawarah: Usaha Perikanan Itu Harus Dicabut

Lumajang, ulas.co.id – Keberadaan karamba di perairan Rowosumo, Dusun Darungan, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Lumajang memicu polemik. Melalui musyawarah warga pada Sabtu malam Minggu, 5 September 2026, masyarakat memutuskan menolak keberadaan karamba di kawasan yang telah dikelola sebagai pemancingan alam oleh Karang Taruna.

Musyawarah tersebut dihadiri, Kepala Desa, Camat Tekung, perangkat desa, tokoh masyarakat, Warga Dusun Darungan,pengelola pemancingan, dan pemilik karamba.

BACA JUGA: 20 Pppk Bondowoso Mundur Bkpsdm Akui Faktor Kesejahteraan Jadi Sorotan

Pertamina Klaim Suplai Bbm Bondowoso Naik 38 Persen Andi Hermanto Dprd Masyarakat Masih Kesulitan

Menurut warga, keberadaan karamba dianggap mengganggu aktivitas pemancingan alam Rowosumo. Kawasan tersebut selama ini menjadi wisata pemancingan alam, dan sekaligus ruang rekreasi warga.

“Warga tidak setuju dengan adanya karamba karena dianggap mengganggu para pemancing,” demikian salah satu poin yang mengemuka dalam forum.

Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan ketetapan bahwa karamba harus ditiadakan atau dicabut dari perairan Rowosumo, dengan catatan setelah panen harus segera dicabut. Ketetapan itu diperkuat dengan surat pernyataan bersama yang telah ditandatangani oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pemilik karamba.

Sebelumnya, Rowosumo telah dikelola Karang Taruna menjadi pemancingan alam. Pengelolaan itu terbukti mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp8.000.000 untuk kas kegiatan kepemudaan dan desa.

Selain itu, pengelola juga telah menebar 15.000 bibit ikan di perairan tersebut. Sebagai upaya peningkatan, pada hari ini, Rabu (9/9/2026) juga telah dilakukan penebaran bibit tambahan, sebanyak 100.000 ekor bibit ikan. Dan beberapa Minggu ke depan pengelola pemancingan alam Rowo sumo juga akan kembali menebar bibit ikan.

BACA JUGA: Penanganan Karhutla Ijen Bondowoso Banyuwangi Bersinergi Bupati Hamid Wahid Pantau Langsung Pemadaman Dari Udara

Pertalite Bondowoso Bukan Langka Tapi Telat Datang Komisi II Bongkar Kendala Distribusi dan Panggil Pertamina

Dengan keputusan musyawarah ini, pengelola pemancingan berharap Rowosumo bisa kembali fokus sebagai destinasi pemancingan alam yang tertib, bersih, dan bermanfaat bagi perekonomian warga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *