Wabup Bondowoso Pimpin Rapat Penanganan Kemiskinan Ekstrem, Tekankan Verifikasi Data hingga Tingkat Bawah

Wakil Bupati Bondowoso saat usai pimpin rapat tentang penanganan kemiskinan extrem (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menegaskan pentingnya validitas data dalam upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi penanganan kemiskinan ekstrem yang digelar di Sabha Bina Praja, Senin (15/6/2026), bersama Sekretaris Daerah, kepala OPD, serta seluruh camat se-Kabupaten Bondowoso.
BACA JUGA: https://ulas.co.id/plt-asisten-ii-pemkab-bondowoso-ajak-seluruh-opd-sukseskan-sensus-ekonomi-2026/
Menurut Wabup As’ad, pembahasan dalam rapat tidak hanya berfokus pada data penerima bantuan, tetapi juga menekankan proses verifikasi dan validasi data hingga tingkat bawah agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Yang kita bahas adalah bagaimana memastikan data kemiskinan ekstrem benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Karena itu, hasilnya akan ditindaklanjuti dengan verifikasi langsung di tingkat bawah,” ujarnya.
BACA JUGA: https://ulas.co.id/pom-mini-di-sukosari-terbakar-tiga-orang-alami-luka-ringan/
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan pengecekan ulang terhadap data yang ada untuk memastikan setiap perubahan kondisi masyarakat dapat terakomodasi dalam sistem pendataan. Jika ditemukan perubahan status ekonomi warga, maka akan diproses melalui mekanisme verifikasi yang berlaku.
“Kalau memang ada perubahan kondisi masyarakat, tentu akan kita proses. Tetapi semuanya harus melalui verifikasi terlebih dahulu agar datanya akurat dan tepat sasaran,” katanya.
BACA JUGA: https://ulas.co.id/tim-urc-polres-situbondo-tangkap-pelaku-curat-dan-dpo-kasus-pencabulan-di-bali/
Selain berdasarkan data yang tersedia, proses pembaruan data juga dapat berasal dari usulan masyarakat yang kemudian diverifikasi oleh pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang layak menerima bantuan namun belum masuk dalam basis data.
As’ad menambahkan, program penanganan kemiskinan ekstrem akan terus difokuskan pada kelompok masyarakat yang masuk kategori prioritas sesuai desil yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Dengan demikian, intervensi program dapat lebih efektif dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Bondowoso.
“Fokus kita adalah memastikan bantuan dan program pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Karena itu, akurasi data menjadi kunci utama,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, OPD terkait, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa, Pemkab Bondowoso berharap upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran pada tahun-tahun mendatang.
Penulis: Redaksi


