DP3AK Prov Jatim Gelar Pendampingan Evaluasi KLA Th. 2026

Kepala Dinas Sosial P3AKB bersama Kepala Bidang PPPA Dinsos Bondowoso serta kepala Dinsos Kabupaten/kota disekitar tapal kuda saat menghadiri persiapan evaluasi KLA tahun 2026 (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, ulas.co.id – DP3AK Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan pendampingan evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 di Aula Lantai 2 Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses evaluasi KLA yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui DP3AK Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: https://ulas.co.id/stop-bullying-dinsos-p3akb-bondowoso-gandeng-lkp3a-ciptakan-sekolah-ramah-anak/

Dalam kegiatan tersebut, Situbondo juga mengundang sejumlah kabupaten/kota di wilayah sekitar untuk mengikuti bimbingan teknis dan koordinasi bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Jember, Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso bersama Kepala Bidang (PPPA) , Kepala Dinas Sosial P2KB Kabupaten Banyuwangi, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Probolinggo, serta Kepala Dinas Sosial P3A Kota Probolinggo.

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-fathur-rozi-tegaskan-gerakan-indonesia-asri-harus-jadi-gerakan-nyata-dan-berkelanjutan/

Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, H. Moh. Imron, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan dari DP3AK Provinsi Jawa Timur agar kabupaten yang menggelar bimbingan teknis turut mengundang daerah sekitar untuk melakukan review dan berbagi pengalaman dalam rangka persiapan evaluasi KLA.

“Jadi Kabupaten Situbondo hari ini mengundang semua yang menjadi bagian dari Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak. Ada arahan dari DP3AK Provinsi Jawa Timur agar kabupaten yang melaksanakan bimbingan teknis juga mengundang kabupaten/kota di sekitarnya untuk melakukan review bersama dalam rangka persiapan penilaian KLA,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan evaluasi KLA akan diawali dengan penilaian mandiri atau self assessment yang harus diselesaikan oleh setiap daerah paling lambat akhir April sebelum dilanjutkan dengan tahapan verifikasi lapangan.

“Penilaian mandiri ini berupa pengisian data dan dokumen yang dilakukan oleh masing-masing daerah. Setelah itu baru akan dilakukan verifikasi lapangan,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/tegas-tanpa-kompromi-polres-bondowoso-terapkan-zero-tolerance-narkoba/

Imron juga menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo sama-sama berada pada peringkat Nindya dalam penilaian KLA. Kabupaten Bondowoso memperoleh skor sekitar 755 hingga 756, sementara Situbondo berada di angka sekitar 724.

“Kedua daerah ini sama-sama sedang mempersiapkan diri untuk bisa naik ke strata utama. Peringkat Nindya berada pada rentang nilai 701 sampai 800, sedangkan untuk menuju kategori utama harus mencapai nilai 801 hingga 900,” katanya.

Ia berharap melalui upaya yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif, Bondowoso maupun Situbondo dapat meningkatkan nilai dan meraih predikat Kabupaten Layak Anak kategori Utama pada penilaian mendatang.

“Ini tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, baik perangkat daerah, sektor swasta, para pemangku kepentingan, media, maupun lembaga masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/respon-cepat-bupati-bersama-kalaksa-bondowoso-salurkan-bantuan-untuk-korban-bencana/

Kepala Dinas Sosial P3AKB didampingi Kepala Bidang PPPA Dinsos Bondowoso saat menghadiri persiapan evaluasi KLA tahun 2026 di Pemkab Situbondo (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily menambahkan, bahwa rapat koordinasi tersebut menghadirkan narasumber dari DP3AK Provinsi Jawa Timur yang memberikan penekanan terkait persiapan evaluasi KLA yang tahapannya telah dimulai.

Ia menjelaskan bahwa tahapan awal evaluasi adalah evaluasi mandiri melalui pemenuhan data dan dokumen oleh setiap stakeholder atau organisasi perangkat daerah yang menjadi pengampu masing-masing klaster indikator KLA.

“Intinya bagaimana kita mempersiapkan data dan dokumen yang dibutuhkan oleh masing-masing OPD pengampu indikator. Harapannya minimal kita bisa mempertahankan predikat Nindya yang baru diraih tahun lalu, syukur-syukur bisa meningkat,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/dampak-ambruknya-jembatan-sentong-pemkab-bondowoso-gerak-cepat-tangani-kerusakan-jalan-alternatif-di-tamanan/

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh daerah dapat semakin siap menghadapi proses evaluasi serta terus meningkatkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *