Polres Bondowoso Musnahkan 1.500 Botol Miras dan Puluhan Knalpot Brong Hasil Operasi Pekat

Kapolres Bondowoso saat usai laksanakan pemusnahan miras dan knalpot brong selama bulan puasa (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Polres Bondowoso memusnahkan ribuan barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) dan operasi keselamatan lalu lintas menjelang pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bondowoso, Aryo Dwi Wibowo, di Markas Komando Polres Bondowoso, Kamis (12/3/2026).
Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan selama pelaksanaan Operasi Pekat dan Operasi Keselamatan yang digelar sebelum dan selama awal bulan Ramadan.
“Pada hari ini kami melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil operasi, di antaranya sekitar 1.500 botol minuman keras, 50 knalpot brong, serta 20 ban kecil yang tidak sesuai dengan spesifikasi penggunaan kendaraan di lalu lintas,” ujar Kapolres.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-dorong-ketertiban-selama-ramadan-takbir-keliling-ditiadakan/
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan Operasi Pekat pihaknya berhasil mengungkap sedikitnya 10 kasus tindak pidana dari berbagai jenis pelanggaran yang berkaitan dengan penyakit masyarakat.
Operasi Pekat sendiri telah berakhir pada 8 Maret 2026, setelah sebelumnya kepolisian juga melaksanakan Operasi Keselamatan yang berfokus pada penertiban dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Setelah dua operasi tersebut, jajaran kepolisian kini bersiap melaksanakan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia.
“Operasi Ketupat akan dilaksanakan mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 selama kurang lebih 13 hari,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Polres Bondowoso melibatkan sekitar 360 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, serta mitra kamtibmas lainnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, kepolisian juga menyiapkan tiga pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis.
“Terdapat satu pos pelayanan di wilayah kota dan dua pos pengamanan, salah satunya berada di Kecamatan Tapen. Pos-pos ini disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada para pemudik,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang akan mudik. Layanan tersebut tersedia di seluruh kantor kepolisian di wilayah Bondowoso, baik di Polres, Polsek maupun Satlantas.
“Bagi masyarakat yang akan mudik dapat menitipkan kendaraan mulai 13 hingga 31 Maret 2026. Cukup membawa KTP dan STNK, dan layanan ini tidak dipungut biaya,” ujarnya.
Kapolres juga menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan di jalur mudik, termasuk lokasi rawan kecelakaan, daerah blank spot, serta wilayah yang berpotensi mengalami bencana seperti longsor dan pohon tumbang.
Hal ini dilakukan mengingat berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Bondowoso diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir pada periode Idulfitri tahun ini.
“Kami telah berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan jajaran terkait untuk mengantisipasi potensi bencana. Jika terjadi longsor atau pohon tumbang di jalur utama, akan segera dilakukan penanganan agar tidak menghambat arus mudik,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







