Bupati Bondowoso Dorong Ketertiban Selama Ramadan, Takbir Keliling Ditiadakan

Bupati Bondowoso bersama Kapolres serta Danyonif 514/SY saat usai menghadiri pemusnahan barang bukti Mirasbdan knalpot grong (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) dan knalpot brong di Polres Bondowoso, Kamis (12/3/2026).

Menurut Hamid Wahid, langkah penertiban yang dilakukan kepolisian menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.

“Kita menyaksikan bersama pemusnahan barang bukti miras dan knalpot brong. Ini menunjukkan bahwa Polres Bondowoso dalam beberapa waktu terakhir, khususnya selama bulan puasa, telah bekerja dengan baik dalam mendorong masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/polsek-patrang-bersama-bhayangkari-tebar-kepedulian-ramadan-kapolsek-akp-suparman-pimpin-pembagian-500-takjil-dan-sembako/

Terkait regulasi minuman keras, Hamid mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso saat ini masih mematangkan rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengendalian miras.

“Untuk perda miras sementara ini memang belum ada, tetapi kita sedang mematangkan dan mendorong agar dalam waktu tidak lama perda tersebut bisa segera keluar,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak melaksanakan takbir keliling saat malam Idulfitri. Menurutnya, takbir sebaiknya dilakukan di masjid atau tempat ibadah guna menghindari potensi gangguan ketertiban.

“Kita mendorong agar takbir cukup dilaksanakan di tempat ibadah. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, takbir keliling kadang dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban,” katanya.

Baca juga: https://ulas.co.id/sppg-jambesari-tegal-pasir-bagikan-900-parsel-kepada-guru-menjelang-idul-fitri-1447-h/

Di sisi lain, Hamid juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di wilayah selatan Bondowoso yang saat ini tengah dalam proses penanganan. Ia menargetkan perbaikan sementara dapat selesai sebelum Lebaran.

“Penanganannya berupa penambalan terlebih dahulu. Kita berharap sebelum Lebaran sudah tertangani agar masyarakat tetap bisa melintas dengan aman,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kondisi jalan, termasuk dengan membersihkan drainase melalui kegiatan kerja bakti bersama aparatur pemerintah dan ASN.

Baca juga: https://ulas.co.id/ketua-askab-pssi-dan-ketua-aremania-raya-bondowoso-apresiasi-kompol-i-gede-suartika-dalam-kegiatan-santunan-anak-yatim/

Selain itu, pemerintah daerah mengingatkan agar kendaraan bertonase besar tidak melintasi jalur alternatif yang memiliki keterbatasan kekuatan konstruksi.

“Kami sudah memberikan peringatan di jalur Jember–Situbondo–Besuki. Kendaraan yang melebihi tonase diharapkan menggunakan jalur lain,” tegasnya.

Bupati Bondowoso saat memotong knalpot brong di Mapolres (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Hamid juga mengimbau masyarakat yang menggunakan jalur alternatif untuk tetap tertib, bersabar saat antre, serta saling mengingatkan demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *