Perbaikan Jalan Tanjakan Dusun Taman Kenek Sinergi Swadaya Masyarakat dan Pemerintah Desa Pakuwesi

Swadaya masyarakat bersama pemdes Pakuwesi lakukan perbaikan jalan menuju dusun taman kenek (foto dok: (istimewa)
Bondowoso. Pakuwesi, Ulas.co.id – Desa Pakuwesi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. Pada pekan ini, pemerintah desa bersama warga melaksanakan perbaikan jalan rusak pada tanjakan menuju Dusun Taman Kenek RT 09 RW 03. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi serta kekuatan gotong royong masyarakat Pakuwesi. Minggu (30/11/2025).
Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-tegaskan-duta-wisata-bukan-ajang-kecantikan-tapi-penggerak-pembangunan-daerah/
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tanah bercampur batu pada titik tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat curah hujan tinggi dan padatnya aktivitas kendaraan. Permukaan jalan yang licin dan terjal kerap membahayakan pengguna jalan; beberapa pengendara dilaporkan sempat terpeleset, terutama saat kondisi basah. Situasi itu menjadikan jalur ini sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah tersebut.
Baca juga: https://ulas.co.id/menggalang-dana-untuk-bantu-saudara-terdampak-erupsi-semeru-organisasi-pagar-nusa-turun-ke-jalan/
Baca juga: https://ulas.co.id/dpc-grib-jaya-lumajang-apresiasi-iwl-atas-bantuan-logistik-bencana-semeru/
Menindaklanjuti keluhan warga, pemerintah desa bersama masyarakat sepakat melakukan perbaikan menggunakan metode rabat beton. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong, mulai dari penggalangan dana swadaya, pengumpulan material, pengukuran, hingga proses pengecoran. Total pekerjaan mencapai sekitar 40 meter panjang dengan lebar 2,5 meter, yang diharapkan mampu memperkuat struktur jalan dan meningkatkan keamanan bagi seluruh pengguna.
Baca juga: https://ulas.co.id/bapenda-bondowoso-genjot-optimalisasi-pbb-targetkan-pad-2026-capai-rp333-miliar/
Kepala Desa Pakuwesi, Syahrullah, S.H., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh warga yang terlibat. Menurutnya, pembangunan berbasis partisipasi masyarakat tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan infrastruktur, tetapi juga memperkokoh kebersamaan serta kepedulian sosial antar warga.
“Pemerintah desa akan terus mendorong kerja kolaboratif sembari tetap memperjuangkan dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/desa-pakuwesi-luncurkan-pakuwesi-semanis-terobosan-digital-untuk-data-kependudukan-real-time/
Warga menyambut baik kegiatan perbaikan ini karena tanjakan tersebut merupakan jalur penting menuju permukiman dan lahan pertanian. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas sehari-hari seperti bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mobilitas ekonomi desa kini dapat berlangsung dengan lebih lancar dan aman.
Baca juga: https://ulas.co.id/sandi-ikromah-aulia-mochtar-tegaskan-komitmen-perjuangkan-aspirasi-warga-pada-reses-masa-sidang-i/
Proses pengecoran rabat beton dilakukan sesuai standar teknis untuk memastikan jalan menjadi lebih kokoh dan berumur panjang.
“Swadaya masyarakat tidak hanya berupa dana, tetapi juga tenaga, waktu, serta dukungan moral. Banyak warga yang terlibat langsung membantu mengangkut material, mengaduk beton, hingga memastikan proses berjalan tertib,” ungkap Kades Syahrul.
Baca juga: https://ulas.co.id/polres-bondowoso-mengamankan-pelaku-pencabulan-di-bawah-umur/
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu harus menunggu bantuan dari tingkat yang lebih tinggi. Dengan semangat gotong royong, masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan mereka.
Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-optimalkan-fungsi-ekologis-hutan-melalui-gound-braeking-besama-iikp-dan-lintas-sektor/
Perbaikan tanjakan menuju Dusun Taman Kenek ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan, meningkatkan kenyamanan berkendara, serta menjadi langkah awal menuju pembangunan infrastruktur yang lebih besar ke depannya.
Pemerintah Desa Pakuwesi berharap semangat kolaboratif ini terus terjaga demi mewujudkan desa yang semakin maju, aman, dan sejahtera.
“Gotong royong bukan hanya tradisi—tetapi kekuatan yang terus menggerakkan pembangunan Desa Pakuwesi,” pungkasnya. (Yus)

