Usai Dilantik PJ Bupati Bondowoso Pertama Tempati Pendopo, Kulo Nuwun dan Tasyakuran Bersama Tokoh Agama Serta Kepala Perangkat Daerah

PJ Bupati Bondowoso Muhamad Hadi Wawan Guntoro saat berikan sambutan dan Kulo nuwun pertama masuk Bondowoso dan menempati rumah dinasnya yakni Pendopo (foto dok: YUSI)

Bondowoso, Ulas.co.id – Usai dilantik PJ Bupati Bondowoso Muhamad Hadi Wawan Guntoro pertama menempati rumah dinasnya, yakni Pendopo Kironggo melakukan tasyakuran bersama para Kiyai tokoh masyarakat beserta semua Perangkat Daerah Kabupaten Bondowoso. Selasa malam (23/7/2024) bertempat dipendopo Bupati setempat.

Pj. Bupati Bondowoso Muhamad Hadi Wawan Guntoro dalam sambutannya mengucapkan Kulo nuwun kepada kiyai serta semua perangkat daerah dan kepada semua media di Bondowoso.

“Pada prinsipnya bahwa media itu bagian penting mitra pemerintah, jadi kalau bahasa pentahelik itu ada lima. Pemerintah, dunia usaha, komunitas termasuk Kiyai-kiyai, tokoh masyarakat, akademisi kampus yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah media. Jadi media itu adalah mitra pemerintah,” ujarnya.

Pj. Bupati juga mengatakan, Yang pertama dilakukan mohon izin hadir di Bondowoso, malam ini mulai menempati di tempat dinasnya yakni pendopo.

“Yang kedua tentunya sebagaimana tugas yang dibuatkan kepada saya oleh Presiden, Mendagri, Gubernur tugasnya PJ adalah yang pertama melanjutkan pemerintahan. Tentunya pemerintahan itu sinambung, tidak melihat sebelumnya siapa,” terangnya.

kemudian pemerintahannya harus dilanjutkan pembangunannya lebih dilanjutkan program-program yang sudah berjalan harus dilakukan.

Yang terpenting adalah tugas PJ sekarang dalam rangka kemudian mensukseskan Pilkada itu yang paling penting.

“Karena sebentar lagi kalau 27 November coblosannya, berarti kampanye 2 bulan sebelumnya paling September sudah mulai,” katanya.

Kemudian tugas selanjutnya untuk ngecek bagaimana kesiapan semua perangkat yang mempunyai tugas kewenangan untuk Pemilukada di Bondowoso.

Ditanya terkait masalah netralitas ASN di pemilukada, PJ. Bupati menegaskan, bahwa tugas salah satunya adalah bagaimana menegakkan netralitas ASN.

ASN itu jadi pelayan masyarakat, jadi dalam konteks Pemilukada ASN harus netral, walaupun semua punya hak memilih. Tetapi dalam konteks dalam memberikan pelayanan pada masyarakat harus netral,” tegasnya. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *